Cara Menanam Bawang Merah di Pot dan Polybag Secara Baik dan Benar

Halo sahabat tanam? Melalui tulisan ini, kita akan membahas secara jelas bagaimana cara menanam bawang merah yang baik dan benar. Mulai dari cara menanam bawang merah di pot, polybag, dan cara menanam yang sedang trend saat ini yaitu menanam secara hidroponik.

Ya, hidroponik. Sahabat tanam tidak boleh ketinggalan dengan informasi teknik menanam yang satu ini. Karena menanam menggunakan teknik ini merupakan cara yang menyenangkan.

Iyakah? Iya tentu, karena dengan menggunakan teknik tanam ini, kita akan mendapatkan keuntungan tersendiri. Nah, tertarik dengan yang namanya keuntungan?

Jangan ngaku pinter kalau tidak tertarik dengan yang namanya keuntungan. Apa saja keuntungan yang didapat dari menggunakan teknik menanam secara hidroponik? Anda penasaran?

Sabar, kita pasti berikan informasi tentang cara menanam bawang merah secara lengkap dan jelas melalui artikel ini. Tapi kita mulai dari cara menanam bawang merah di pot terlebih dahulu okey.

Cara Menanam Bawang Merah di Pot

Cara menanam bawang merah di pot
Sumber: KikiJay.com

Menanam di dalam pot merupakan hobinya kaum hawa. Ya secara kan, perempuan suka dengan yang namanya tanaman hias dalam pot. Dengan menggunakan pot, tanaman akan terlihat lebih cantik.

Btw on the way, ternyata pot tidak selamanya digunakan untuk tanaman hias. Tanaman seperti bawang merah juga bisa ditanam di dalam pot. Mungkin ini solusi yang tepat buat kita yang kekurangan lahan tanam.

Dengan cara menanam bawang merah di pot, tentu tidak harus memerlukan lahan yang bagus dan luas. Cukup gali tanah yang bagus, lalu masukkan dalam pot, terus tanam deh tuh bibit bawang merah.

Semudah itukah? Hehe, tentu saja tidak. Nah, berikut ini adalah langkah-langkah yang bisa sahabat tanam ikuti untuk menanam bawang merah di dalam pot.

Langkah-langkah Menanam Bawang Merah dalam Pot

  • Siapkan media tanam yaitu pot dengan ukuran 30 x 40 cm, lebih besar lebih bagus.
  • Siapkan juga tanah dengan struktur gembur yang mudah meresap air dan sirkulasi udara.
  • Selanjutnya siapkan pupuk organik (kotoran kambing, ayam, sapi yang sudah bertekstur seperti tanah).
  • Untuk lebih maksimal bisa siapkan arang sekam (tidak harus).
  • Campurkan tanah dan pupuk organik dengan perbandingan tanah dan pupuk yaitu 2 : 1. Jika menggunakan arang sekam, maka perbandingan tanah, pupuk organik, dan arang sekam adalah 1 : 1 : 1. Campurkan dan aduk secara merata.
  • Jika sudah tercampur Masukan ke dalam pot secara penuh dan siram air secukupnya.
  • Diamkan selama satu dua hari.
  • Siapkan bibit bawang merah yang bagus dan berkualitas. Ciri-cirinya yaitu sudah terlihat titik akar, berukuran minimal 1,5 x 2 cm. Lebih besar semakin bagus. Sudah berumur 2 – 4 bulan setelah panen.
  • Jika media tanam sudah melewati 1 atau dua hari, langkah selanjutnya adalah penanaman. Buat lubang di media tanam yang ada di pot, dengan luas dan dalam sebesar dan setinggi bibit bawang merah.
  • Untuk pot ukuran 30 x 40 cm, bisa ditanamkan bibit sebanyak maksimal 4 buah. Dengan jarak penanaman masing-masing 5 cm.
  • Tanamkan bibit bawang merah pada lubang yang sudah dibuatkan tadi. Tanam secara tegak dan sisakan ujung bawang secara tidak tertimbun.
  • Setelah semua bibit tertanam, siramkan air secukupnya. Lakukan penyiraman setiap hari usahakan hingga usia tanaman 50 hari.
  • Tempatkan di tempat yang mudah terkena sinar matahari.

Nah, itulah langkah-langkah menanam bawang merah sampai selesai. Jadi begitu sahabat tanam, cara menanam bawang merah di pot yang baik adalah dengan langkah-langkah seperti di atas.

Cara Menanam Bawang Merah di Polybag

Cara menanam bawang merah di polybag
Sumber: youtube.com

Media tanam yang bernama polybag adalah solusi paling bagus untuk menanam suatu benih supaya menjadi bibit sebelum ditanam di lahan tanah.

Dengan menggunakan polybag, kita bisa menentukan racikan tanah dan pupuk yang tepat dan pas. Selain itu, polybag juga bisa dikatakan lebih praktis dari pada menanam benih atau bibit menggunakan pot.

Itu sih sudah pasti. Secara, fungsi utama sebuah pot kan untuk memperindah tanaman hias. Meskipun secara umum bisa digunakan untuk semua jenis tanaman. Tidak hanya tanaman hias saja.

Nah, lalu bagaimana dengan teknik menanam bawang merah di polybag? Adakah langkah-langkah khususnya? Atau sama saja seperti menanam bawang merah di dalam pot?

Langkah-langkah Menanam Bawang Merah di Polybag

Ya, seperti yang kita ketahui, polybag sebenarnya sama saja dengan pot. Hanya saja bentuk saja yang berbeda. Polybag merupakan plastik yang bisa dilipat-lipat, sedangkan pot terbuah dari bahan yang padat dan kaku.

Namun, ketika sudah dimasukkan media tanam, yaitu tanah, polybag dan pot tidak ada bedanya. Sama-sama untuk membatasi tanah agar tetap di dalam polybag atau pot.

Jadi kesimpulannya, cara menanam bawang merah di polybag langkah-langkah sama seperti menanam di dalam pot. Untuk itu silahkan skrol lagi ke atas untuk membaca langkah-langkahnya.

Cara Menanam Bawang Merah di Sawah / Kebun (Budidaya Bawang Merah)

Menanam bawang merah di sawah
Sumber: docplayer.info

Menanam bawang di media tanam yang luas bisa kita sebut dengan kata budidaya. Nah, untuk melakukan proses budidaya bawang merah tentu tidak semudah menanam di pot atau polybag.

Sebelum memulai budidaya bawah merah, tentu harus melakukan beberapa survei. Di antaranya adalah survei lahan, cocok atau tidak untuk ditanami bawang merah.

Karena bawang merah tidak bisa tumbuh di sembarang tempat. Ada tanah khusus yang bagus untuk pertumbuhan bawang merah.

Seperti apakah tanah yang bagus untuk budidaya bawang merah? Berikut ini adalah ciri-ciri lokasi yang bagus untuk bercocok tanam bawang merah.

Ciri-ciri Lokasi yang Bagus untuk Budidaya Bawang Merah

  • Tanah yang terletak di dataran rendah di ketinggian 0 – 800 meter dari permukaan laut.
  • Suhu yang bagus yaitu sekitar 27 – 32 derajat celicius.
  • Tanah dengan PH 6 -7.
  • Presentasi kelembaban tanah yaitu 60 – 70%.
  • Jenis tanah yang bagus dan cocok untuk media tanam bawang merah adalah jenis glei humus, latosol, atau alluvial.
  • Umumnya bawang akan mudah tumbuh di lahan sawah atau juga tegalan.

Lokasi dan tanah dengan ciri-ciri seperti di atas sangat cocok untuk menanam dan budidaya bawang merah. Namun untuk melakukan budidaya bawang merah, tidak hanya sekedar tahu lokasi yang bagus saja.

Cara penanaman di media lahan yang luas seperti pesawahan atau tegalan tentu membutuhkan ilmu penaman tersendiri. Jangan sampai disamakan dengan teknik menanam di polybag atau di pot.

Bagaimana untuk teknik penanamannya? Berikut ini adalah tahapan atau langkah-langkah budidaya bawang merah di lokasi dengan ciri-ciri seperti di atas.

Tahapan Budidaya Bawang Merah

Ada beberapa tahapan atau langkah-langkah untuk melakukan budidaya bawang merah. Tentunya ada perbedaan dengan langkah-langkah menanam bawang merah di pot atau polybag.

Dimulai dari pengolahan tanah, pemilihan bibit, penanaman, penyiraman, pemupukan, dan masa panen. Untuk lebih jelasnya, mari kita kupas satu persatu.

a. Pengolahan Tanah

  • Tanah yang bagus adalah tanah yang bertekstur gembur. Supaya tanah bertekstur gembur caranya harus dicangkul atau dibajak menggunakan alat pembajak tanah. Setelah itu, tanah dibiarkan selama 1 minggu untuk menghilangkan kandungan tanah yang tidak bagus untuk tanaman.
  • Jika tanah kadar keasamaannya kurang dari 6 -7, maka solusinya berikan kapur dolomite dengan perbandingan 1 ton : 1 hektar. Selanjutnya, diamkan selama 2 minggu.
  • Tahap selanjutnya membuat bedengan di lahan tersebut dengan lebar 1 m, dan tinggi 30 cm. Untuk panjang sesuaikan dengan lahan yang ada.
  • Buatlah jarak antar bedengan kurang lebih 1/2 m. Selain untuk jarak ini bisa digunakan sebagai parit ketika ada air hujan.
  • Cangkul bedengan yang sudah jadi supaya tanah lebih bertekstur gembur. Dalamnya cangkulan kira-kira 20 cm. Setelah itu ratakan permukaan bedengan.
  • Berikan pupuk organik/kandang secukupnya, tebar secara merata di atas bedengan yang sudah jadi. Aduk supaya tercampur rata.
  • Jika sudah diberi pupuk, selanjutnya diamkan tanah yang sudah jadi bedengan selama 1 minggu, setelah itu tanah bedengan sudah siap untuk ditanami.

b. Pemilihan Bibit

Bibit bawang merah yang berkualitas yaitu seperti yang sudah dijelaskan di atas. Ukuran minimalnya 1,5 x 2 cm dan semakin besar semakin bagus. Usia setelah panen yaitu minimal 2 bulan.

Jika di bawah 2 bulan, maka lakukan pemotongan pada bagian ujung bawang sekitar lebih 1/2 cm. Pemotongan ujung bawang merah ini bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan tunas bawang merah.

c. Proses Menanam

Cara menanam bawang merah di sawah atau tegalan yang sudah dibuatkan bedengan yaitu dengan menimbunnya secara keseluruhan. Jarak antar bibit yang ditanam yaitu 20 x 20 cm (musim hujan) 15 x 15 cm (musim kemarau).

Tujuan dikasih jarak yaitu supaya bawang merah bisa tumbuh dengan maksimal. Tentu ini sedikit berbeda dengan cara menanam bawang merah di pot atau polybag.

d. Penyiraman

Supaya bawang merah bisa tumbuh dengan maksimal, sebaiknya lakukan penyiraman secara rutin dan teratur selama 10 hari pertama. Penyiraman yang bagus dilakukan setiap pagi dan sore.

Setelah melewati 10 hari pertama, penyiraman bisa dilakukan cukup sekali dalam sehari. Bisa di pagi hari saja, atau sore hari.

e. Pemupupukan

Meskipun sebelumnya tanah sudah dicampurkan dengan pupuk, bukan berarti bibit bawang merah tidak memerlukan pupuk lagi.

Berikan pemupupukan ketika menginjak 2 minggu setelah penanaman. Takaran pupuk yang diberikan adalah urea 90 kg, KCI 110 kg, dan ZA 200 kg setiap 1 hektar lahan tanam.

f. Perawatan

Maksud dari perawatan di sini adalah menghindarkan tanaman bawang merah dari makhluk hidup lain yang bisa mengganggu pertumbuhan bawang merah.

Makhluk hidup yang bisa mengganggu diantaranya ada tumbuhan gulma dan hama ulat.Selain itu, tanaman bawang merah juga rawan terserang penyakit layu.

Untuk penangannya sendiri bisa dilakukan dengan membersihkannya. Untuk tanaman gulma biasanya dilakukan pembersihan sebanyak 2 kali permusim.

g. Panen

Tahapan terakhir adalah panen bawang merah. Pemanenan bisa dilakukan setelah daun-daun bawang merah 70% sudah rebah ke tanah.

Jika dalam hitungan waktu yaitu sekitar usia 70 hari sampai 90 hari. Jika tanaman bawang tumbuh dengan maksimal, maka untuk setiap 1 hektar lahan bisa menghasilkan 5-12 ton.

Setelah pemanenan, bawang tidak bisa langsung dijual atau dipasarkan. Bawang merah harus dijemur terlebih dahulu selama kurang lebih 1-2 minggu. Atau sampai kadar air bawang merah sudah 80%. Hal ini menyesuaikan dengan permintaan pasar.

Demikian tahapan budidaya tanaman bawang merah dari proses pengolahan tanah sampai panen. Cukup ribet bukan? Tapi semua akan dibayar dengan hasil panen yang sebanding dengan usaha yang dilakukan.

Cara Menanam Bawang Merah Secara Hidroponik

Cara menanam bawang merah secara hidroponik
Sumber: mitalom.com

Teknik penanaman dengan cara hidroponik akhir-akhir ini sedang naik daun. Selain menyenangkan untuk mengasah kreatifitas, teknik ini juga cukup banyak memberikan keuntungan tersendiri.

Oh iya, mungkin masih banyak yang belum tahu sistem penanaman hidroponik. Jadi, secara umum teknik hidrponik adalah teknik menanam yang tidak menggunakan tanah, melainkan menggunakan air sebagai media penanaman utamanya.

Namun ada juga yang menggunakan media pengganti dengan pasir, sabut kelapa, serbuk kayu, pecahan batu genteng, dan media lainnya. Jadi, secara khusus teknik hidroponik dibagi menjadi dua yaitu dengan air (larutan pengganti) dan dengan media pengganti (pasir, sabut kelapa, dan lainnya).

Memangnya bisa menanam tanpa tanah? Bisa saja, buktinya teknik hidroponik sudah dipakai oleh banyak orang dan hasilnya ok dan maksimal memberikan banyak keuntungan tersendiri.

Apa saja keuntungannya? Menurut sumber yang terpercaya, keuntungan menanam dengan teknik hidroponik yaitu seperti di bawah ini.

Keuntungan Menanam dengan Teknik Hidroponik

  • Meminimalisir lahan.
  • Pemberian nutrisi sangat mudah dan efisien dilakukan.
  • Mengurangi resiko polusi nutrisi.
  • Terhindar dari tanaman yang bisa mengganggu pertumbuhan bawang merah.
  • Media tanam yang terbilang lebih tahan lama dan juga sangat produktif.
  • Pertumbuhan lebih cepat.
  • Pemanenan yang lebih mudah.
  • Hasil panen lebih bersih dan steril.
  • Dan mendapatkan hasil yang lebih maksimal.

Keuntungan yang sangat wow bukan? Tak heran jika banyak petani yang penasaran dengan teknik ini dan akhirnya menggunakan teknik hidroponik sebagai cara budidaya tumbuhan.

Bagaimana dengan tahapannya? Mungkin tahapan teknik ini akan cukup ribet diproses pembuatan media tanam.

Karena kita harus menyiapkan beberapa bahan yang tidak disiapkan ketika menanam di media pada umumnya yaitu tanah. Bagi sahabat tanam yang masih pemula dan merasa bingung, silahkan simak tahapan teknik hidroponik di bawah ini.

Tahapan Menanam Bawang Merah Secara Hiroponik dengan Sistem NFT (Nutrient Film Technique)

Teknik hidroponik dengan menggunakan sistem NFT adalah teknik hidroponik yang paling populer. Berikut ini adalah tahapan atau langkah-langkahnya.

a. Siapkan Alat dan Bahan Media Tanam

  • Botol Bekas.
  • Kain Flanel/sumbu kompor.
  • Cutter/alat potong lainnya.
  • Kerikil halus/pasir.

b. Buatlah Media Tanam

  • Potong botol bekas menjadi dua bagian.
  • Gunakan potongan bekas bagian atas (yang ada lubang untuk minum) untuk wadah/tempat pasir.

c. Siapkan Bibit Bawang Merah

  • Pilihlah bibit yang berkualitas.
  • Potong/iris bagian atas ujung bibit bawang merah.

d. Proses Penanaman Bibit di Media Tanam

  • Siapkan media tanam yang sudah dibuat yaitu potongan botol yang berisi pasir.
  • Letakan/tanam bibit bawang merah yang sudah diiris bagian ujungnya ke dalam media tanam, dengan bagian yang diiris terletak di atas. (Setengah tenggelam).

e. Taruh Media Tanam yang Sudah Siap di Sistem Hidroponik NFT

  • Pastikan kita sudah membuat sistem hidroponik NFT.
  • Letakan ujung botol (bagian yan terdapat lubang untuk minum) pada sistem hidroponik NFT.

f. Perawatan

  • Pastikan air dan nutrisi pada sistem NFT selalu tercukupi.
  • Lakukan pengontrolan setiap hari pada sistem NFT.

g. Pemanenan

  • Jika proses penanaman berhasil, dalam waktu 5-8 hari akan tumbuh tunas pada umbi bawang merah.
  • Pada usia 15 hari, bibit bawang merah sudah berdaun.
  • Normalnya ketika sudah berusia 45-60 hari, bawang merah sudah bisa dipanen.

Begitulah penjelasan secara singkat tentang cara menanam bawang merah secara hidroponik. Mungkin dari penjelasan di atas menanam secara hidroponik cukup mudah, namun butuh persiapan dan modal yang cukup besar.

Terutama untuk persiapan dan modal untuk pembuatan hidroponik sistem NFT (Nutrient Film Technique). Untuk membuat sistem NFT, tentu ada ilmunya tersendiri dan butuh waktu untuk mempelajarinya.

Demikian penjelasan cara menanam bawang merah yang baik dan benar dengan berbagai media tanam. Mulai dari cara menanam bawang merah di pot, polybag, sawah/kebun, dan terakhir yaitu menanam dengan sistem hidroponik.

Sekian, salam sahabat tanam dari kami tanaman.web.id.

Tinggalkan komentar