Cara Menanam Jahe Merah, Gajah, dan Jahe Kecil

Cara Menanam Jahe – Halo sahabat @PakTani, tahukan apa itu jahe? Salah satu jenis rempah-rempah yang ada di Indonesia dengan cita rasa yang khas. Selain nikmat dijadikan bahan campuran minuman dan makanan, jahe juga termasuk jenis tanaman obat yang memiliki banyak manfaat.

Di Indonesia terdapat 3 jenis jahe yang sudah populer di kalangan pertanian. Yakni jahe merah, jahe gajah, dan jahe kecil. Semuanya memiliki ciri khas sendiri dan khasiat yang bagus untuk membantu menjaga kesehatan tubuh manusia.

Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang bagaimana cara menanam jahe yang baik dan benar. Dan ada juga panduan jika kita ingin menanam jahe di pot.

Cara Menanam Jahe yang Baik dan Benar

Cara Menanam Jahe di Lahan Terbuka
Sumber Gambar: farmingindia.in

Ada banyak media yang bisa digunakan untuk menanam jahe. Bisa di lahan terbuka, di polybag, dan di pot.

Jika menanam jahe untuk membudidayakan atau bisnis, maka sebaiknya di lahan terbuka dan luas. Karena itu akan menghasilkan jahe yang banyak dan dalam hitung-hitungan bisnis pasti akan lebih bagus.

Jika menanam jahe bertujuan untuk belajar menanam, atau untuk kebutuhan sendiri, maka bisa penanaman bisa dilakukan di media seperti polybag, pot, atau pekarangan rumah.

Di sini kami akan jabarkan bagaimana cara menanam jahe di lahan terbuka dan di polybag atau pot. Ini berlaku untuk semua jenis jahe.

Baca cara menanam bawang merah

A. Cara Menanam Jahe di Lahan Terbuka

Cara Menanam Jahe yang Baik dan Benar
Sumber Gambar: cdn.pixabay.com

Bagi anda yang ingin menanam jahe dalam jumlah banyak, maka sebaikanya tanam di lahan terbuka dan luas. Supaya cahaya, udara, dan faktor pendukung pertumbuhan lainnya tercukupi.

Untuk menanam jahe di lahan terbuka, ada beberapa tahapan yang harus dilalui supaya mendapat hasil yang maksimal.

Tahapan atau langkah-langkah tersebut di mulai dengan memilih lahan yang bagus, setelah itu menyiapkan lahan penanaman, dan dilanjut dengan pemilihan bibit jahe yang baik dan berkualitas, lalu penyemaian, dan penanaman.

1. Memilih Lahan yang Bagus

Memilih lahan yang bagus untuk ditanami jahe adalah salah satu faktor penyebab suksesnya penanaman jahe.

Tentu ini sangat penting dilakukan. Jangan sampai sudah melakukan penanaman dalam jumlah banyak, tetapi jahe tidak tumbuh dengan maksimal.

Seperti apa lahan yang bagus untuk ditanami jahe?

Tanah berhumus dan memiliki areasi udara yang terbuka sehingga udara lancar. Selain itu, tanah tidak berkerikil.

Jika itu sudah terpenuhi, baik di pekarangan maupun di lahan khusus, pertumbuhan tanaman jahe akan lebih meyakinkan.

2. Memproses Lahan Penanaman Jahe

Jika sudah menemukan lahan yang bagus. Langkah selanjutnya yaitu memproses atau menyiapkan untuk segera ditanami jahe.

Bersihkan lahan dari pengganggu tanaman, lalu hamburkan atau bajak lahan atau cangkul lahan dengan kedalaman sekitar 25-30 cm.

Jika sudah, campurkan pupuk dan jika ada tambahkan jerami secara merata. Diamkan selama kurang lebih 1 pekan.

Jika ingin lebih maksimal lagi, pecangkulan bisa diulang supaya lebih gembur, dan buatlah badengan selebar kira-kira 85-125 cm. Dan untuk jarak antar bedengannya kira-kira 25-30 cm.

3. Pemilihan Bibit yang Baik

Jika lahan sudah selesai disiapkan, langkah selanjutnya adalah memilih bibit jahe yang baik dan berkualitas.

Untuk mendapatkan bibit yang baik dan berkualitas, sebaiknya mengambil langsung dari lahan jahe yang sudah lama. Kira-kira sudah berusia 8-10 bulan.

Ciri-ciri bibit yang bagus yaitu rimpang jahe mulus dan terlihat sehat, bebas dari hama, dan kulitnya terlihat sehat tidak mengkusut.

Jadi katakan saja bibit yang baik itu memiliki ciri-ciri:

  • Diambil langsung dari kebun dan diproses sendiri. Bukan beli yang sudah jadi di pasar. Tujuannya untuk memastikan kualitasnya.
  • Pilih dari tanaman yang sehat dan subur.
  • Usia jahe untuk bibit sebaiknya yang sudah mencapai usia 8-10 bulan.

Dengan standar ciri-ciri seperti itu, cukup untuk menentukan bibit jahe yang baik dan berkualitas.

4. Penyemaian Bibit

Penyemaian adalah bagian penting dari proses penanaman jahe. Dan untuk hasil yang maksimal, sebaiknya penyemaian dilakukan sampai lebih dari 1 bulan, atau katakan saja 1,5 bulan (45 hari).

Tujuannya supaya ketika diambil dari proses penyemaian, tunasnya sudah terlihat jelas mana yang bagus dan mana yang tidak bagus.

Langkah-langkah penyemaiannya tergolong mudah. Berikut langkah-langkah penyemaian bibit jahe.

  • Jemur jahe di bawah sinar matahari sampai rimpang jahe terlihat kering namun tidak terlalu kering.
  • Setelah penjemuran selesai, simpan rimpang jahe di tempat yang memiliki udara bagus selama 30-45 hari.
  • Setelah itu, potong rimpang jahe menjadi 3-5 mata tunas, dan dilanjut dengan penejemuran kembali dengan durasi waktu sekitar sepertiga hari (8 jam).
  • Selanjutnya rendam bibit tersebut di dalam antibiotik, atau boleh juga bakterisida dengan dosis yang sesuai. Setelah meresap menyeluruh, tiriskan dan jemur kembali.
  • Langkah selanjutnya adalah menyiapkan media semai. Yaitu menggunakan kayu untuk wadah penyemaian, sekam padi (boleh juga menggunakan abu gosok).
  • Jika sudah disiapkan, penyemaian bisa dimulai. Langkahnya yaitu dengan melapisi kotak kayu dengan sekam padi yang sudah disiapkan. Letakan bibit-bibit jahe di atasnya. Kemudian tutup atau taburi kembali menggunakan sekam padi, ulangi seperti itu sampai semua bibit.
  • Jika sudah selesai, simpan di tempat yang mendukung, yakni di tempat yang teduh.
  • Tunggu sampai bibit sudah terlihat tumbuh tunas. Terakhir, pilih bibit dengan tunas-tunas yang bagus.

5. Penanaman Bibit Jahe

Setelah melalui proses penyemaian yang memakan waktu cukup lama, bibit jahe kini sudah siap untuk ditanam di lahan yang sebelumnya sudah disiapkan.

Sebaiknya lahan yang bagus yang dibuat bedengan. Tanam bibit dengan posisi mata tunas di atas. Tutup menggunakan tanah dengan ketebalan kira-kira 5 cm.

Usahakan proses penanaman di awal musim hujan. Terlebih jika penanaman dalam jumlah banyak dengan lahan yang luas. Tentu membutuhkan banyak air untuk membantu proses pertumbuhannya.

Tahapan atau langkah-langkah di atas berlaku untuk semua jenis jahe. Hanya saja mungkin ada perbedaan waktu.

B. Cara Menanam Jahe di Polybag / Pot

Cara Menanam Jahe di Polybag atau Pot
Sumber Gambar: c.stocksy.com

Yang lagi ramai adalah penanaman tanaman di polybag. Ini adalah alternatif bagi yang tidak memiliki lahan terbuka.

Biasanya, ini dilakukan juga oleh petani yang ingin menjual bibit tanaman. Kelebihan menanam di polybag adalah lebih praktis. Ini sudah pasti, karena tidak dikhususkan untuk jumlah banyak.

Bagaimana cara menanam jahe di polybag?

1. Menyiapkan Bibit Jahe

Tidak jauh berbeda dengan proses penanaman jahe di lahan atau tanah terbuka. Bibit yang dibutuhkan pun sama.

Bibit yang mau ditanam di polybag juga harus melalui proses penyemaian. Sampai tumbuh tunas dengan sempurna.

2. Penyiapan Media Tanam Polybag

Tidak boleh asal menyiapkan media tanam di dalam polybag. Untuk hasil yang bagus dan maksimal, dibutuhkan campuran yang pas dan langkah-langkah yang pas juga. Berikut langkah-langkahnya.

  • Siapkan pupuk kandang atau kompos, pasir halus, dan tanah yang subur. Perbandingannya boleh 1:2:2:2
  • Campurkan dan aduk dengan merata.
  • Diamkan selama dua minggu atau sambil menunggu bibit tumbuh tunas.

3. Penanaman Jahe

Proses penanaman menjadi salah satu tahapan penting untuk menentukan keberhasilan. Lakukan penanaman benih jahe di polybag dengan langkah-langkah sebagai berikut.

  • Gunakan polybag yang berukuran 40 x 50 cm. Pakai yang di bagian bawahnya berlubang.
  • Masukan campuran media tanam yang sudah dibuat.
  • Tanam atau masukan benih jahe di media tanam dengan tunas menghadap ke arah atas.
  • Setiap satu polybag berukuran 40 x 50 cm bisa ditanami 3-5 benih jahe.
  • Jika sudah ditanam, tutup dengan tanah yang sama setebal 3-5 cm.
  • Taburi sekam atau jerami, selanjutnya letakan dan diamkan di tempat yang teduh.

C. Pemeliharaan atau Perawatan Tanaman Jahe

Cara Merawat Jahe
Sumber Gambar: img.cdn2.vietnamnet.vn/

Menanam jahe sama seperti menanam tanaman lainnya yang membutuhkan perawatan. Tidak ada tanaman yang bisa tumbuh dengan sempurna tanpa adanya perawatan.

Jadi, perawatan ini sangat penting. Apalagi untuk tanaman yang ditanam dalam jumlah banyak. Tentu membutuhkan perhatian khusus.

1. Penyiraman Rutin

Hal yang sangat penting dilakukan oleh penanam jahe di awal-awal adalah melakukan penyiraman.

Penyiraman yang diharuskan adalah setiap hari selama 1 minggu. Boleh satu kali, dan boleh juga 2 kali.

2. Pemupukan

Setelah melewati masa penyiraman rutin, harusnya tunas jahe mulai tumbuh. Jika sudah mulai terlihat tumbuh, maka proses pemupukan harus segera dilakukan.

Demi menjaga dari serangan hama dan penyakit lainnya. Jika sudah masuk proses pemupukan, irigasi sudah boleh dikurangi.

3. Penyulaman

Proses penyulaman adalah penggantian bibit yang mati dengan bibit baru. Penyulaman biasanya dilakukan setelah 2 minggu dari waktu penanaman.

Karena ketika masuk usia penanaman 2 minggu, bibit akan terlihat mana yang tumbuh dengan sempurna dan yang tidak.

4. Penyiangan

Penyiangan adalah proses pengendalian gulma. Ini bisa dilakukan 3 kali dalam 2 minggu. Atau 6 kali dalam 4 minggu. Pada intinya sama 3 kali dalam 2 minggu.

Dan penyiangan bisa dihentikan ketika tanaman masuk usia 7 bulan. Karena biasanya usia 7 bulan tanaman sudah besar dan tidak terlalu membutuhkan perawatan khusus.

5. Pembubunan

Proses pembubuan membantu untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman jahe. Tujuannya untuk mempelancar air dan udara yang dibutuhkan tanaman.

6. Pemupukan Kembali

Pemupukan sangat membantu dalam proses pertumbuhan tanaman jahe untuk menghasilkan hasil yang lebih maksimal.

Jika menggunakan pupuk kandang, maka membutuhkan lebih banyak dari pada pupuk kimia.

7. Pemanenan

Finish dari semua perawatan adalah pemanenan. Untuk jahe kebutuhan bumbu sebaiknya jahe yang dipanen ketika sudah usia 8 bulan.

Jika untuk pembibitan atau benih maka sebaiknya jahe yang sudah berusia 12 bulan.

Bagaimana cara memanen jahe?

  • Pembongkaran bisa menggunakan cangkul, atau bisa juga dicabut.
  • Pengumpulan jahe. Seperti halnya memanen padi, ia akan dikumpulkan terlebih dahulu sebelum diproses sampai dimasukan ke karung.
  • Cuci jahe untuk menghilangkan tanah-tanah lengket yang menempel di bagian luar jahe.

Untuk proses cara menanam jahe merah, gajah, dan jahe kecil kurang lebihnya sama seperti itu.

D. Beberapa Hal yang Perlu Diperhatikan ketika Hendak Budidaya Jahe

Cara Budidaya Jahe Gajah, Merah, dan Kecil
Sumber Gambar: gardenerspath.com

Ada beberapa hal atau faktor yang sangat berpengaruh pada pertumbuhan jahe dengan kualitas terbaik. Namun, banyak dari pemula yang masih tidak memperhatikan hal ini.

Hal-hal yang kami maksud adalah cahaya matahari, suhu, dan iklim. Tiga faktor ini adalah faktor alam, jadi sebelum melakukan budidaya sebaiknya perhatikan dulu hal ini.

Cahaya Matahari

Cahaya matahari sangat dibutuhkan tanaman jahe pada awal penanaman sampai usia 2 bulan. Namun dengan kadar intesitas cahaya yang rendah.

Makanya untuk tanaman jahe yang ditanam di lahan terbuka, ketika jahe masih dalam usia 2 bulan ke bawah masih membutuhkan penyiraman supaya tidak layu karena biasanya kalau di lahan terbuka, intesitas cahaya siang hari sangat tinggi.

Baru ketika masuk usia 2,5 bulan ke atas, tanaman jahe bisa beradaptasi dengan itensitas cahaya tinggi.

Suhu Udara

Sebenarnya tanaman jahe tergolong tanaman yang tahan dengan berbagai suhu. Namun suhu yang dibutuhkan supaya tanaman jahe bisa bertumbuh dengan sempurna dan maksimal adalah 20-35 drajat celcius.

Iklim

Iklim yang sangat mendukung jahe adalah iklim tropis. Namun bukan berarti jahe tidak bisa tumbuh di iklim sub tropis.

Jahe juga bisa ditanam di tempat yang bercuaca sejuk dengan ketinggian 500-1000 mdl.

Sahabat @PakTani11, demikian penjelasan dari kami tentang cara menanam jahe merah, gajah, dan jahe kecil di lahan terbuka maupun di polybag ataupun pot. Semoga penjelasan mudah diterima dan dipahami.

Tinggalkan komentar