Cara Menanam Kacang Tanah

Hallo sahabat tani, bagaimana kabarnya? Semoga selalu dalam keadaan sehat dan diberi rezeki yang lancar. Aamiin. Pada kesempatan kali ini kami akan bahas mengenai bagaimana sih cara menanam kacang tanah yang baik dan benar sehingga hasil yang didapat nantinya maksimal.

Pada artikel sebelumnya, kami membahas tentang jenis kacang kacangan dan manfaat kacang tanah. Sekarang kami ingin melanjutkan pembahasan tentang kacang tanah.

Kacang Tanah

Tanaman Kacang Tanah
Sumber Gambar: /manohara-asri.com/

Kacang tanah mempunyai nama latin Arachis hypogaea L. Kacang tanah merupakan salah satu tanaman dalam kategori polong-polongan/leguma yang tergolong dalam anggota suku Fabaceae yang banyak dibudidayakan di Indonesia.

Kacang tanah ini menduduki peringkat kedua terpenting di Indonesia setelah kedelai. Kacang tanah bukanlah jenis kacang asli Indonesia, melainkan berasal dari Amerika Serikat.

Tanaman biji ini masuk ke Indonesia sekitar abad ke -17 dan berpusat di Jawa, Sumatera Utara, Sulawesi. Namun sekarang kacang tanah sudah ditanam di berbagai daerah di Indonesia.

Kacang tanah memiliki beberapa nama berbeda di setiap daerah di Indonesia, ada yang menyebut kacang jebrol, kacang tuban, kacang bandung, kacang banggala, dan kacang tole.

Hal-Hal yang Mempengaruhi Penanaman Kacang Tanah

Cara Merawat Tanaman Kacang Tanah
Sumber Gambar: 2.bp.blogspot.com

Beberapa hal-hal dibawah ini dapat mempengaruhi tumbuh dan berkembangnya tanaman kacang tanah, simak baik-baik ya.

1. Keadaan Lahan atau Tanah

Ketika kamu mau menanam kacang tanah, kondisi tanah harus kamu perhatikan sebagai media tanam kacang tanah.

Ini untuk mengetahui apakah tanah cocok untuk menanam kacang tanah atau malah membuat kacang tanah nantinya tidak dapat tumbuh berkembang dengan baik.

Tanah yang baik untuk media tanam kacang tanah adalah tanah gembur. Tanah gembur sangat baik untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang tanah.

Karena tanah gembur banyak mengandung unsur hara yang diantaranya adalah kalium, Pospat, serta Nitrogen yang cukup.

2. Tingkat Keasaman

Tanah gembur membuat kacang tanah akan dapat berkembang dengan baik. Kacang tanah sendiri sangat cocok ditanam dengan tanah yang memiliki tingkat keasaman antara 5 sampai 6.3 pH.

3. Dolomit atau Kapur

Dolomit juga diperlukan oleh tanah yang akan ditanami kacang tanah.

Namun, dolomit ini digunakan jika kondisi tanah memiliki tingkat keasaman terlalu tinggi atau kadar pH terlalu tinggi sehingga tanaman kacang tanah terhambat pertumbuhannya.

Sedangkan kapur bisa digunakan jika kondisi tanah memiliki tingkat kelembaban terlalu tinggi atau tanah terlalu basah.

Dua unsur tersebut dapat menetralkan kondisi tanah agar sesuai untuk menanam kacang tanah.

4. Unsur Ca

Berikan unsur Ca pada tanah yang kamu gunakan sebagai media menanam kacang tanah agar hasil budidaya kacang tanah maksimal.

Dengan me-supply unsur Ca pada tanah yang digunakan sebagai media tanam kacang tanah membuat tanaman kacang tanah dapat berbuah dengan baik dan maksimal.

Karena unsur Ca dapat membantu produktivitas tanaman kacang tanah.

5. Unsur N

Unsur N juga dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang tanah.

Sebenarnya tanaman kacang ini mempunyai bintil akar-akar dimana bintil tersebut digunakan sebagai tempat bakteri Rhizobium berkembang.

Bakteri tersebut dapat menghasilkan unsur N. Tetapi, agar pertumbuhan tanaman kacang tanah optimal kamu perlu menambahkan unsur N ini.

Unsur N ini sangat dibutuhkan pada saat tahap awal menanam kacang tanah.

Hendaknya ketika kamu akan menanam kacang tanah ini, alangkah baiknya kamu menyiapkan/menambahkan unsur N di media tanam.

Ketika kamu menambahkan unsur N pada media tanam kacang tanah ini, kamu dapat mengoptimalkan pertumbuhan hingga 85% akan lebih cepat jika dibandingkan dengan tidak menambahkan unsur N

Cara Menanam Kacang Tanah yang Baik dan Benar

Cara Menanam Kacang agar berbauh banyak
Sumber Gambar: media.beritagar.id

Kacang tanah sangat cocok ditanam di dataran rendah pada ketinggian 50-500 meter diatas permukaan laut serta memiliki curah hujan sedang.

Jika curah hujan terlalu tinggi akan dapat menyebabkan kacang tanah sulit untuk melakukan penyerbukan, dan juga dapat mempengaruhi kesuburan jamur yang membantu pertumbuhan kacang tanah.

Sebisa mungkin seluruh area tanaman kacang tanah terkena sinar matahari langsung. Berikut langkah-langkah cara menanam kacang tanah yang baik dan benar.

A. Menyiapkan Media Tanam

Terdapat beberapa hal yang perlu kamu lakukan untuk media tanam kacang tanah, seperti di bawah ini:

1. Melakukan Penggemburan Tanah

Tahap awal untuk menanam tanah adalah kamu perlu melakukan penggemburan tanah, bisa dengan cara membajak atau mencangkul. Pada saat musim penghujan, biasanya lahan mudah untuk tergenang, jika hal tersebut terjadi maka kamu perlu membuat saluran drainase atau buat bedengan agar nantinya air mengalir dengan lancar.

Buatlah bedengan dengan lebar 80-100 serta tinggi antara 20-30 cm.

2. Memberikan Dolomit Pada Tanah

Kamu perlu menambahkan dolomit atau kapur pertanian pada tanah, gunanya untuk membantu pembuahan kacang. Untuk takaran dolomit sekitar 1-2 ton per hektar, taburkan tipis di atas tanah lalu diamkan selama 5 hari.

3. Pemberian Pupuk Kandang

Tambahkan juga pupuk kandang atau pupuk kompos yang sudah jadi sekitar 10 ton per hektar. 

B. Memilih Benih

Untuk mendapatkan hasil produksi kacang tanah, maka kamu wajib memilih benih yang baik.

Pilihlah benih dengan usia kurang lebih 100 hari atau benih yang sudah tua dengan ciri-ciri warna kehitaman.

Ketika benih dibuka, tidak ada selaput pada bagian dalam cangkangnya.

Jemur benih selama 4-5 hari.

Jika ingin mendapatkan kualitas yang lebih baik, maka kamu perlu menyimpan benih selama 3-6 bulan sebelum benih ditanam. Saat proses penyimpanan, jangan sampai cangkang kacang terbuka agar nantinya benih matang sempurna ketika hendak ditanam.

Setelah masa penyimpanan selesai, kemudian buka cangkang kacang dan benih siap untuk ditanam.

C. Proses Menanam Benih

Untuk menanam benih kacang, kamu perlu melubangi tanah dengan cara di tugal dengan jarak tanam 25×25 cm.

Tiap lubang cukup isi satu benih biji. Lalu tutup dengan tanah tipis saja.

Dalam satu hektar diperlukan kira-kira 50 kg benih.

D. Tahap Perawatan

Lakukanlah penyiraman pada pagi dan sore setiap hari (saat musim kemarau), saat benih selesai ditanam. Ketika memasuki usia 3-7 hari setelah masa tanam, benih secara serempak akan berkecambah. Di usia 20 hari setelah tanam, tanam akan mulai berbunga.

Hasil penyerbukan dan pembuahan biasanya akan tumbuh ginofor yang menuju ke tanah, menembus ke tanah, dan proses ini nantinya akan menjadi polong.

Saat masa pembuahan, kamu perlu memberikan pupuk yang banyak mengandung fosfor. Agar menghasilkan buah yang baik, disarankan melakukan penyiangan/pembersihan dan pembubunan tanah di bagian bawah tanaman.

E. Memberantas Hama Penyakit

Hama dan penyakit sering kita jumpai di tanaman, termasuk kacang tanah. Contohnya ulat daun, jangkrik, dan lainnya sering kali mengganggu tanaman ini.

Kamu bisa menanggulanginya dengan cara pergiliran tanaman atau dengan melakukan penyiangan secara rutin agar terhindar dari gulma dan bersih dari rumput liar.

Jika tanaman kacang terserang penyakit seperti bercak, layu, gapong bisa kamu atasi dengan cara melakukan sanitasi lingkungan. Segera cabut tanaman yang berpenyakit tersebut agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman lainnya.

Untuk menghindari masalah ini, kamu bisa memilih varietas yang tahan terhadap penyakit.

Panen

Kamu bisa memanen kacang tanah saat usia sekitar 90 hari. Ciri-ciri kacang tanah siap panen adalah sebagai berikut.

  1. Batang daun mengeras.
  2. Daun berwarna kuning dan berguguran.
  3. Polong berwarna coklat kehitaman.
  4. Polong terasa keras dan berisi penuh.
  5. Lakukuan panen secara serentak.

Itulah pembahasan tentang cara menanam kacang tanah yang baik dan benar versi kami. Bagaimana? Semoga artikel ini bisa menambah wawasan anda tentang menanam kacang tanah.

Tinggalkan komentar