Cara Menanam Padi

Cara Menanam Padi – Sejarah mencatat, Indonesia pernah menjadi salah satu negara penghasil padi terbesar di dunia. Tak khayal julukan sebagai negara agraris melekat pada Indonesia.

Namun faktanya masih banyak pemuda Indonesia yang sama sekali tidak tahu cara menanam padi dengan baik. Jika hal itu terus dibiarkan apakah Indonesia tetap akan dinobatkan sebagai salah satu negara penghasil padi terbesar di dunia?

Nah, dengan melihat permasalahan tersebut, kami akan mengupas tuntas tentang cara menanam padi, supaya hasil yang didapat pun melimpah.

Baca manfaat padi bagi manusia.

1. Cara Menanam Padi

Cara Menanam Padi yang Baik dan Benar serta Menguntungkan
Sumber Gambar: static.republika.co.id

Sebelum membahas lebih jauh mengenai cara menanam padi, kalian wajib tahu bahwa ada tiga fase pertumbuhan tanaman padi, yaitu fase vegetatif, fase generatif, dan fase pemasakan.

Pada fase tersebut, kebutuhan akan nutrisi, hormon dan air pada fase tersebut bervariasi atau berbeda, yaitu pada tahap pembentukan akar, pembentukan anakan aktif, pembentukan anakan maksimum, inisiasi pembentukan malai, fase bunting dan fase pembungaan.

Jika menginginkan hasil yang maksimal ketika memanen padi, maka kalian harus mengetahui faktor-faktor berikut ini:

  • Media untuk menanam padi harus tanah yang subur, gembur, serta terbebas dari pathogen tanah.
  • Bibit padi produktif melimpah.
  • Jumlah rumpun padi per hektar melimpah.
  • Menyortir gabah agar memaksimalkan gabah bernas bukan gabah kosong.
  • Mengetahui step by step menanam padi yang baik dan benar.

A. Mengolah Lahan Untuk Menanam Padi

  • Langkah pertama untuk menanam padi adalah harus menyiapkan lahan. Lahan yang dimaksud adalah lahan yang subur. Bersihkan lahan yang akan ditanami padi dari gulma/rumput-rumput liar yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman padi. Kalian bisa membuang tanaman atau rumput yang telah dicabut atau bisa juga diolah dengan cara dibakar untuk nantinya dijadikan kompos.
  • Untuk membuat tanah menjadi gembur kalian bisa menggunakan cara yaitu mengaliri lahan dengan air. Agar nantinya memudahkan untuk proses pembajakan tanah. Kalian bisa membajak lahan dengan menggunakan traktor, menggunakan tenaga kerbau atau sapi, atau bisa juga menggunakan tenaga manusia sendiri yaitu dengan menggunakan alat bantu seperti cangkul.
  • Langkah terakhir untuk mengolah lahan adalah dengan menggenangi lahan tanam menggunakan air dengan ketinggian air sekitar 5-10 cm.

Kalian bisa mengatur ketinggian air dengan cara menutup atau membuka saluran irigasi

Setelah itu, diamkan lahan selama 2 minggu agar tanah lebih berlumpur dan racun yang terkandung dalam tanah dapat dinetralisir oleh air tersebut

B. Pemilihan Bibit Padi Berkualitas

Memilih bibit padi yang memiliki kualitas baik tentunya akan mempengaruhi hasil panen.

Kalian dapat membeli bibit padi di toko pertanian. Biasanya di toko pertanian menjual bibit padi berkualitas dan memiliki banyak varian jenis padi.

Jika bibit telah didapatkan, maka tips dibawah ini dapat kalian lakukan agar mengetahui bibit tersebut benar-benar memiliki kualitas baik atau tidak.

Caranya adalah:

  • Rendam benih padi secukupnya ke dalam air selama 2 jam.
  • Lalu letakan benih padi yang sudah direndam tersebut di atas kain yang sebelumnya sudah dibasahi, kemudian amati benih yang berhasil tumbuh/berkecambah.
  • Jika benih yang berkecambah lebih dari 85% dari total benih padi yang direndam, maka tandanya benih padi tersebut memiliki kualitas tinggi untuk dijadikan bibit padi.

C. Menyemai Bibit Padi

Jika kalian telah mendapatkan bibit dengan kualitas tinggi/baik, maka langkah selanjutnya adalah menyemai bibit padi.

Di bawah ini adalah langkah-langkah menyemai bibit padi yang benar:

  • Rendam benih padi selama sehari semalam, lalu tiriskan dan diamkan bibit padi selama dua hari sampai berkecambah.
  • Menyiapkan lahan untuk menyemai bibit padi sekitar 500 meter persegi per satu hektar lahan tanam. Usahakan agar lahan untuk menyemai tetap dalam keadaan berair atau becek berlumpur.
  • Selanjutnya berikan pupuk pada lahan persemaian dengan ukuran 19 gr Urea dan juga 10 gr TSP untuk setiap satu meter persegi.
  • Sebar bibit padi yang sebelumnya sudah berkecambah ke dalam lahan persemaian yang sudah disiapkan. Taburkan secara merata.

D. Langkah-Langkah Menanam Padi

Setelah proses menyemai bibit padi selesai, maka tahap selanjutnya adalah menanam atau memindahkan bibit padi tersebut ke dalam lahan yang sebelumnya sudah disiapkan.

Langkah-langkahnya adalah:

  • Bibit yang siap tanam idealnya berusia 12-14 hari. Biasanya memiliki ciri-ciri 2 sampai 3 helai daun.
  • Proses menanam padi dapat dilakukan dengan sistem tunggal, maksudnya dalam satu lubang hanya ditanami satu bibit padi. Namun pada umumnya menggunakan sistem ganda yaitu dalam satu lubang dapat ditanami dua bibit padi.
  • Dalam menanam bibit padi, sebaiknya dilakukan dalam kondisi lahan tidak tergenang air.
  • Umumnya, jarak antar tanaman padi adalah 26×26 cm dan kedalamannya 1-15 cm. Namun bisa disesuaikan cara menanamnya agar tidak terlalu dalam agar pertumbuhannya pun sempurna.

2. Merawat Tanaman Padi

Cara Merawat Tanaman Padi
Sumber Gambar: i.pinimg.com

Jika ingin mendapatkan hasil memuaskan saat proses panen padi, maka kalian harus merawat tanaman padi dengan baik agar dapat tumbuh subur.

Inilah tahap merawat padi:

A. Melakukan Penyiangan

Penyiangan wajib kalian lakukan agar pertumbuhan tanaman padi tidak terganggu oleh gulma atau rumput liar.

Maksud dari penyiangan adalah agar unsur hara yang terkandung dalam tanah dapat terserap sempurna oleh tanaman padi.

Lakukan penyiangan saat padi menginjak usia 3 minggu sejak bibit padi ditanam. Lakukan penyiangan selanjutnya  sekali dalam 3 minggu.

Kalian dapat melakukan penyiangan dengan cara mencabut gulma atau rumput liar dengan tangan secara langsung atau menggunakan alat bantu.

B. Pemberian Pupuk

Pemberian pupuk sangat berguna bagi tanaman padi, agar padi dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan buah yang melimpah.

Kalian dapat menggunakan pupuk organik atau pupuk buatan. Kalian juga dapat menggunakan kedua pupuk tersebut secara silih berganti.

Tahap pemberian pupuk pada tanaman padi:

  • Tahap awal pemupukan adalah ketika tanaman berusia 7-15 hari setelah masa tanam. Kalian dapat menggunakan pupuk dengan jenis Urea 100:50 kg/Ha dan TSP 50 kg/Ha.
  • Tahap pemupukan selanjutnya dilakukan saat tanaman berusia 25-35 hari. Pada tahap pemupukan ini kalian dapat menggunakan jenis pupuk Urea 50 kg/Ha dan Phonska 100 kg/Ha.
  • Tahap pemupukan yang terakhir adalah ketika usia tanaman 40-45 hari. Tahap pemupukan akhir ini juga menggunakan Urea yang dikombinasikan dengan Za dengan perbandingan 50:50 kg/Ha.

C. Melindungi Padi Dari Hama Penyakit

Ketika akan budidaya tanaman,maka musuh utamanya adalah hama penyakit, seperti Cara Menanam Semangka, cara menanam padi pun tidak luput dari hama penyakit.

Hama yang biasanya menyerang tanaman padi adalah jangkrik, belalang, walang sangit, wereng, atau bahkan tikus.

Kalian dapat menanggulangi hama tersebut dengan cara alami, yaitu dengan memelihara binatang pemangsa hama tersebut, seperti contoh kucing, burung hantu.

Jika kalian mendapati ular di sawah, maka jangan menangkap atau bahkan membunuhnya karena ular tersebut adalah predator alami yang memangsa hama seperti tikus.

Namun jika hama masih tetap menyerang tanaman padi, maka kalian dapat menggunakan pestisida untuk membasmi hama-hama tersebut.

D. Masa Panen

Pada umumnya padi sudah dapat dipanen saat usia 110-115 hari setelah masa tanam.

Ciri-ciri padi yang siap panen adalah:

  • Gabah dan daun yang sudah berwarna kuning
  • Buah padi yang mulai menunduk pertanda beras terisi penuh

Kalian bisa memanen padi dengan cara tradisional atau modern.

Jika menggunakan cara tradisional maka dapat menggunakan sabit atau bisa menggunakan alat penggorok yang terbuat dari bambu dan kayu.

Namun jika ingin menggunakan peralatan modern, maka bisa menggunakan mesin khusus untuk memanen padi agar dapat memangkas waktu.

Hal yang harus diperhatikan adalah jangan sampai telat memanen padi yaitu saat ciri-ciri padi seperti yang sudah dijelaskan di atas sudah nampak.

Jika telat memanen padi maka batang padi akan rapuh dan tidak akan kuat lagi menopang biji padi. Selain itu juga biji padi akan mudah rontok jika memanen nya melebihi dari waktu panen ideal.

Dengan mengetahui cara menanam padi yang baik dan benar, maka kami yakin kalian akan dapat mendapatkan hasil panen yang melimpah. Terimakasih.

Tinggalkan komentar