Cara Menanam Semangka

Halo sahabat @PakTani11, berikut ini adalah panduan cara menanam semangka yang baik dan benar. Meskipun mudah, namun alangkah baiknya jika menanam sesuai dengan panduan, bukan asal-asalan.

Siapa sih yang tidak mengenal buah dengan bentuk bulat atau lonjong ini? Buah semangka. Ya, buah yang mempunyai nama latin Citrullus lanatus dan tergolong dalam keluarga Cucurbitaceae merupakan buah dengan ciri-ciri tanaman yang merambat dan cocok ditanam di daerah tropis atau subtropis. Cara menanam semangka tergolong mudah tapi butuh panduan.

Buah semangka memiliki rasa yang manis, segar, dan kandungan airnya yang tinggi. Selain itu, manfaat buah semangka juga banyak sekali. Termasuk manfaat semangka untuk ibu hamil.

Bagi kalian yang tertarik untuk menanam semangka, di bawah ini akan kami jelaskan secara lengkap cara menanam semangka agar dapat menghasilkan buah yang melimpah.

Panduan Cara Menanam Semangka

1. Syarat Tumbuh Tanaman Semangka

Cara Menanam Semangka
sumber: pixabay by-gaometri

Tanaman semangka cocok tumbuh pada lingkungan dengan curah hujan antara 40-50 mm tiap bulannya. Tanaman semangka juga akan berkembang dengan baik jika ditanam di daerah yang memiliki suhu sekitar 25 derajat celcius pada siang hari.

Daerah kering dan cenderung sedikit mengandung uap air adalah daerah yang cocok untuk menanam buah semangka.

Pemilihan daerah dengan kriteria tersebut akan membantu kalian dalam menanam semangka agar dapat memperoleh hasil yang maksimal.

Perlu kalian ketahui, bahwa tanaman semangka sangat cocok jika ditanam pada lahan terbuka yang terkena sinar matahari secara langsung. Karena sinar matahari ini dapat mempengaruhi terhadap perkembangan tanaman semangka.

Jika asupan sinar matahari kurang, maka akan dapat mempengaruhi proses panen menjadi terhambat. Dikarenakan semangka butuh waktu yang lama untuk matang dengan sempurna.

Tanah yang cocok untuk menanam semangka adalah daerah gembur serta memiliki unsur hara yang tinggi. Sedangkan kandungan pH tanah yang cocok untuk menanam semangka adalah di kisaran 6 sampai 6,7.

Jika kondisi tanah belum menyentuh angka tersebut, alangkah baiknya kalian menunda untuk melakukan proses pengapuran sampai pH tanah berada di kisaran 6 sampai 6,7.

2. Mengolah Lahan untuk Menanam Semangka

Cara Menanam Semangka
sumber: sumberplastik.co.id

Jika kalian sudah mengetahui beberapa syarat tumbuhnya semangka, maka hal selanjutnya yang perlu kalian perhatikan adalah mengolah lahan dengan cara membersihkan media tanam.

Jadi, sebelum kalian memindahkan bibit semangka ke lahan tanam,kalian harus membersihkan media tanamnya terlebih dahulu.

Pastikan lahan yang akan ditanami semangka terbebas dari gulma, batu-batuan, atau rumput/tanaman liar.

Ketika lahan sudah bersih, selanjutnya kalian membuat bedengan agar air di dalam tanah mudah untuk dialirkan. Tanaman semangka sendiri tidak meyukai lahan basah jadi kalian perlu menjaga lahan agar tetap kering.

Kalian juga perlu menambah unsur hara pada lahan yang digunakan untuk menanam semangka. Gunakanlah pupuk organik atau pupuk kandang sebelum kalian melakukan proses penanaman. Jika kandungan unsur hara di tanah sudah cukup, kalian bisa memulai proses menanam semangka.

Langkah selanjutnya adalah membuat lubang pada bedengan yang akan ditanami semangka dengan ukuran 30 x 30 x 30 cm, dan kedalaman lubang untuk menanam semangka. Sebaiknya lubang dibuat seminggu sebelum proses penanaman.

Hal ini dimaksudkan agar dapat tumbuh dengan baik. Kalian juga bisa menambahkan pupuk dengan komposisi 4 kg, pupuk DS 28 gram, pupuk ZA 15 gram, dan pupuk ZK 20 gram.

3. Menyiapkan Benih Semangka

sumber: samudrabibit.com

Pilih dan gunakanlah bibit yang bagus agar dapat menghasilkan tanaman yang bagus pula. Salah satu bibit semangka yang baik kualitasnya adalah jenis semangka hibrida impor.

Jenis bibitĀ  semangka hibrida impor ini memiliki dua tipe yaitu haploid dan tripoid. Jenis benih semangka haploid cukup mudah untuk dibudidayakan karena cangkang biji yang tidak terlalu keras.

Sedangkan jenis benih tripoid memiliki cangkang biji semangka yang keras, dan jika kalian memilih benih tripoid maka perlu merenggangkan cangkangnya.

Jika sudah memiliki bibit yang diinginkan, langkah selanjutnya yaitu rendam biji semangka sebelum kalian melanjutkan ke penanaman.

Namun, jika kalian pilih benih jenis tripoid atau mendapati benih yang cukup keras, kalian bisa merenggangkan terlebih dahulu bijinya. Lalu rendam dalam air dengan campuran air hangat, bakterisida, hormone tumbuh, dan fungsida.

Rendam biji sekitar 30 menit, lalu angkat biji tersebut dan tiriskan hingga kering.

Jika proses tersebut sudah kalian lakukan dengan benar, maka biji semangka siap untuk di cambahkan/semai dan selanjutnya ditanam.

4. Menyemai Benih Semangka

sumber: dwisangpetani.com

Setelah tahap perendaman biji selesai, maka langkah selanjutnya adalah penyemaian benih semangka.

Hal ini bertujuan agar benit dapat tumbuh dengan maksimal dan terkontrol. karena biasanya penyemaian pasti terdapat pada satu tempat/wadah.

Adapun Langkah-Langkah untuk Menyemai Benih Semangka Adalah sebagai berikut.

Bahan untuk menyemai:

  1. Siapkan tanah untuk media tanam.
  2. Pupuk kandang (sesuaikan dengan kebutuhan).

Cara Menyemai Benih Semangka:

  1. Bersihkan terlebih dahulu tanah dari sampah dan hama terlebih dahulu.
  2. Campurkan tanah dan pupuk kandang secukupnya.
  3. Buat lubah pada media tanah dengan kedalaman sekitar 3-5 cm.
  4. Tanam benih semangka ke dalam lubang tersebut.
  5. Lakukanlah penyiraman menggunakan air bersih.

Kalian harus memastikan langkah-langkah di atas dengan baik dan benar, jika ingin mendapatkan benih tumbuh dengan baik dan maksimal.

Umumnya bibit yang sudah disemaikan bisa langsung dipindah ke lahan tanam ketika usia kurang lebih 4 minggu.

5. Cara Menanam Semangka

Cara Menanam Semangka
sumber: pixabay-vicran

Selanjutnya, pindahkan bibit yang sudah di semai. Pindahkan bibit semangka ke lahan tanam yang telah dipersiapkan.

Sebaiknya, siram lahan dengan air sampai meresap agar tanah menjadi lebih gembur dan kelembaban tanah tetap terjaga sebelum kalian memindahkan bibit tersebut ke bedengan.

Langkah selanjutnya tanam bibit semangka pada lubang yang telah kalian siapkan pada bedengan. Lalu tutup kembali lubang tersebut dengan tanah namun dengan tipis saja sampai ujung pangkal bibit semangka.

6. Pemeliharaan Tanaman Semangka

Cara Menanam Semangka
sumber: pixabay-cherylZ1961

Jika kalian ingin mendapatkan hasil semangka dengan kuantitas dan kualitas yang baik, maka memerlukan cara menanam dan merawat semangka secara rutin setiap hari.

Lakukanlah penyiraman secara rutin pagi dan sore setiap hari. Terutama pada saat musim kemarau, meskipun semangka bisa hidup di lahan yang kering namun semangka tetap membutuhkan air agar dapat bertahan hidup.

Kelembaban tanah pun harus tetap diperhatikan agar tanaman dapat tumbuh secara maksimal.

Selain penyiraman, kalian juga perlu melakukan penyiangan yaitu dengan cara membersihkan lahan dari gulma atau rumput liar yang dapat mengganggu pertumbuhan semangka agar tidak mengambil kandungan seperti unsur hara yang terdapat pada lahan tanam.

Sehingga kebutuhan tanaman semangka dapat terpenuhi dengan baik. Untuk itu, kalian harus mencukupi serta memenuhi kebutuhan nutrisi dengan cara memberikan jenis atau dosis tertentu.

Kalian juga perlu memberikan pupuk NPK atau pupuk kandang yang difermentasi. Berikan pupuk tersebut pada tanaman agar dapat menjaga kandungan unsur hara di tanaman. Sebarkan pupuk pada lahan di sekitar tanaman semangka dengan jarak lebih dari 10 cm dari lubang.

7. Tahap Semangka Siap Panen

Cara Menanam Semangka
sumber: pixabay-dimitrisvetsikas1969

Umumnya semangka yang siap panen adalah di usia 60-70 hari setelah tanam, tergantung dari jenis dan varietasnya. Serta keadaan tiap-tiap daerah juga mempengaruhi masa panen.

Namun semangka yang siap panen biasanya memiliki ciri-ciri khusus misalnya daun buah yang mulai layu, dan jika buah semangka dipukul maka akan berbunyi suara yang berat.

Untuk memanen semangka, kalian dapat menggunakan pisau atau gunting untuk memotong tangkai sekitar 3-5 cm dari pangkal buah. Semangka bisa dipanen setiap hari karena tidak semua semangka matang dengan sempurna secara bersamaan.

Kalian juga dapat menyesuaikan dengan jumlah permintaan pasar agar kondisi buah stabil dan tetap terjaga. Sekian pembahasan kali ini mengenai cara menanam semangka. Terimakasih dan semoga bermanfaat. Salam Petani.

Tinggalkan komentar