Cara Menanam Tomat

Halo sahabat tanam? Sudah tahu belum cara menanam tomat agar berbuah banyak? Jika belum, mari kita bahas bersama dalam artikel ini.

Tomat termasuk sayuran yang tergolong dalam keluarga Solanaceae. Tanaman tomat sering kita jumpai baik di dataran tinggi, sedang, atau pun rendah. Tomat sendiri termasuk tanaman dengan usia sekitar 4 bulan.

Tanaman tomat dapat tumbuh di berbagai media, baik ditanam langsung di ladang pesawahan, kebun, pekarangan rumah, sistem hidroponik, bahkan bisa juga ditanam dengan media tabulampot.

Cara menanam tomat dalam pot atau sering disebut tabulampot lebih dominan menggunakan media pupuk kompos/kandang yang di masukan ke dalam pot, dan bibit tomat ditanam di dalamnya.

Sedangkan jika menggunakan media tanam hidroponik lebih banyak menggunakan air sebagai faktor utama media yang diberikan nutrisi khusus agar budidaya menggunakan media hidroponik dapat mendapatkan hasil yang maksimal.

Baca juga manfaat tomat.

Cara Menanam Tomat Menggunakan Polybag atau Pot

Cara menanam tomat agar cepat berbuah banyak
nusabudidaya.com

Cara menanam tomat menggunakan media ini bukanlah sesuatu hal yang sulit.

Langkah awal pilihlah jenis tomat serta varietas yang akan ditanam. Lalu sesuaikan dengan lokasi dimana budidaya dengan varietas tomat yang akan dipilih, yaitu melihat kondisi iklim dan ketinggian.

Jika ingin mendapatkan hasil maksimal, pilihlah benih yang unggul dari sumber yang terpercaya. Benih tomat ini bisa Anda dapatkan di toko pertanian terdekat. Jangan lupa untuk membaca keterangan mengenai benih tersebut pada label yang tertera dalam kemasan.

1. Menyemai Calon Bibit Tomat

Cara menanam tomat agar cepat berbuah banyak
daquagrotechno.org

Setelah mendapatkan benih, lakukanlah penyemaian terlebih dahulu sebelum bibit ditempatkan ke dalam polybag atau pot.

Langkah ini memang tidak boleh dianggap remeh karena benih yang baru tumbuh memerlukan perlakuan khusus jika dibandingkan dengan tanaman yang sudah tumbuh besar.

Anda perlu menyiapkan tempat dan juga media persemaiannya. Pilihlah tempat persemaian yang terlindung dari hujan dan sinar matahari langsung.

2. Media Penyemaian

Pemindahan Bibit Tomat
Sumber Gambar: i.ytimg.com

Terdapat berbagai bentuk untuk media penyemaian. Bisa menggunakan polybag, bedengan, atau rak semai.

Berikut akan Saya jelaskan cara menyemai dengan beberapa media tersebut.

Menggunakan Polybag atau Pot

Isi polybag dengan media persemaian bisa berupa pupuk kandang yang sudah dicampur menggunakan tanah/pasir.

Kemudian benamkan 1 benih tomat sedalam 1 cm kedalam media tersebut. Lalu tutup permukaannya dan siram secukupnya saja.

Dalam tiap-tiap polybag atau pot cukup diisi satu benih.

Menggunakan Bedengan

Buatlah larikan di atas bedengan dengan kedalaman 1 cm serta jarak antar larik sekitar 5 cm. Lalu tanam benih tomat pada larik dengan jarak 3 cm, tutuplah permukaannya dan siram menggunakan air secukupnya.

Setelah tahap penyemaian benih selesai, lakukanlah penyiraman secara rutin 2 kali sehari dengan gembur yang halus. Dalam menyiram benih, sebaiknya lakukan dengan hati-hati karena ditakutkan dapat merusak benih/permukaan persemaian.

Anda bisa memberi pupuk tambahan setelah dua minggu dengan menggunakan pupuk cair, pupuk kompos, atau NPK. Lakukan juga cara penyiangan, jangan sampai tumbuh rumput liar dan gulma di area persemaian.

Setelah 30 hari atau sudah memiliki paling sedikit 5 helai daun, bibit tomat sudah dapat di pindah dari tempat persemaian.

3. Pemindahan Bibit Tomat

 

Jika saat menyemai menggunakan polybag, maka cukup sobek atau tarik plastik polybag tersebut lalu pindahkan berikut dengan tanahnya ke dalam polybag yang lebih besar.

Isi polybag yang lebih besar dengan tanah, arang sekam, dan kompos dengan perbandingan 2:1:1.

Namun jika tempat menyemai menggunakan bedengan, maka Anda perlu mencukil tanaman sedalam sekitar 10 cm dengan sekop atau tangan secara langsung. Kemudian angkat bibit tersebut lalu pindahkan beserta tanahnya.

4. Pemeliharaan dan Perawatan Tomat Pada Media Polybag atau Pot

Pemeliharaan menggunakan media ini tergolong relatif mudah.

Dimana kesehatan tanaman akan lebih terkontrol dan terkendali karena terhindar dari penularan penyakit melalui akar.

Selalu jaga media tanam agar tidak kering. Lakukanlah penyiraman 2 kali sehari, namun tetap jangan berlebihan dalam menyiram karena bisa mengakibatkan akar menjadi busuk.

Bersihkan rumput liar, gulma yang terdapat pada polybag secara teratur berkelanjutan.

Jika terdapat tanaman yang layu atau bahkan mati, segera cabut dan buang agar tidak menular ke tanaman lain. Anda juga bisa menggantinya dengan bibit baru. Perawatan lainnya adalah pemangkasan tunas dan berikan ajir untuk penopang tanaman.

Setelah satu minggu, pupuk tanaman menggunakan kompos sebanyak satu genggam pada setiap polybag.

Tambahkan pupuk kompos setelah satu buah atau jika mendapati tanaman yang terlihat kurang subur. Namun jika tanaman akan berbuah, Anda bisa menambahkan pupuk organik cair atau pupuk buah.

Jika terdapat serangan hama, maka bisa langsung buang hama tersebut, dan jika diperlukan, semprotkan pestisida pada tanaman yang terkena hama. Anda bisa mendapatkan pestisida dengan meracik sendiri secara organik atau bisa membelinya di toko pertanian terdekat.

Cara Menanam Tomat di Ladang

1. Pilih Benih Tomat Berkualitas

Sama halnya dengan menanam tomat pada polybag, pilihlah benih yang berkualitas dan hendaknya disesuaikan dengan karakteristik lokasi.

Kemudian lakukan penyemaian seperti yang telah Saya jelaskan di atas.

2. Mengolah Tanah Untuk Menanam Tomat

Pengolahan tanah dilakukan guna mendapatkan kondisi fisik, kimia, serta biologis tanah agar menjadi lebih baik, membunuh gulma, dan meratakan tanah untuk memudahkan menanam tomat.

Menyiapkan irigasi/drainase untuk menempatkan sisa-sisa tanaman pada tempat yang sesuai agar proses dekomposisi berjalan dengan baik.

Cara pengolahan tanah dapat dilakukan dengan cara mencangkul atau membajak dengan kedalaman sekitar 20 cm, agar tekstur tanah lebih gembur dan mematikan pathogen tanah.

Selanjutnya taburkan pupuk kandang sekitar 20 Ton per hektar atau tambahkan NPK sebanyak 100 g/m² di bedengan, apabila keasaman tanah terlalu tinggi (<5,5), maka Anda dapat tambahkan kapur pertanian atau dolomit.

Manfaat pengapuran sendiri selain menaikan pH tanah juga dapat memperbaiki struktur tanah. Dosis harus disesuaikan dengan pH tanah masing-masing.

Bentuk bedengan dengan ketinggian sekitar 30 cm, lebar 1 meter, dan panjang menyesuaikan dengan kontur tanah/lahan.  Buatlah jarak antar bedeng dengan lebar 30-40 cm.

Siram tanah menggunakan air dengan campuran pupuk organik cair yang bisa Anda dapatkan di toko pertanian lalu tutup dengan mulsa dan diamkan tanah selama satu minggu.

3. Menanam Bibit Tomat

Siapkan bibit tomat yang telah disemai dan pindahkan ke lahan yang telah disediakan. Setelah ditanam, siram dengan pupuk organik cair agar tanaman tidak stress dan dapat langsung berkembang.

Ingat! Lakukan proses penanaman pada sore hari agar bibit tomat tidak layu atau bahkan mati. Pasang ajir dengan jarak 10-20 cm dari batang pohon tomat agar tidak mengganggu pertumbuhan tomat dan tidak rusak.

4. Cara Pemupukan yang Baik Agar Tanaman Tumbuh Sehat

Gunakan pupuk organik cair setelah tomat berumur 7 hari, dan ulangi setiap 1 minggu sekali di sekitar pekarangan dan tanaman. Setelah tomat berusia 30 hari, gunakan kembali pupuk baik yang cair atau padat ke tanah dengan dosis yang tidak berlebih.

Berikan juga pupuk kandang tiap 1 bulan sekali dengan ukuran sekitar 300 gr/batang atau bisa juga tambahkan pupuk anorganik yang memiliki kandungan Nitrogen serta NPK pada tanaman berumur 10, 20, dan 30 hari setelah masa vegatitif dengan dosis 5 gr/tanaman.

Pada saat generative, berikanlah NPK setelah umur 45 hari setelah tanam pada setiap 10 hari sekali dengan dosis 5 gr/tanaman.

Tahap Panen

Tomat dapat dipanen setelah usia 3-4 bulan tergantung dari varietasnya.

Ciri-ciri tomat siap panen adalah kulit buah yang tadinya berwarna hijau berubah ke kuning-kuningan, tepi daun terlihat kering serta batang yang menguning.

Pilih buah yang benar-benar siap panen saja. Tomat tidak matang secara bersamaan, lakukanlah pemetikan tiap 2-3 hari sekali.

Pilihlah waktu terbaik  yaitu pada pagi dan sore hari saat pemetikan karena di waktu tersebut pancaran sinar matahari tidak terlalu terik.

Sahabat tanam, demikian pembahasan dari tanaman.web.id tentang cara menanam tomat. Mari kita sama-sama bangkitkan semangat untuk bertani.

Tinggalkan komentar