Manfaat Daun Pegangan dan Cara Mengkonsumsinya

Manfaat Daun Pegangan dan Cara Mengkonsumsinya

Manfaat Daun Pegangan dan Cara Mengkonsumsinya – Ada banyak khasiat daun pegangan, dan ada beberapa cara mengkonsumsi daun pegangan.

Pegangan adalah jenis tumbuhan gulma. Apa itu gulma? Gulma adalah tumbuhan pengganggu tumbuhan lainnya. Pegangan mudah kita jumpai di pesawahan dan pekarangan rumah.

Tumbuhan yang memiliki nama lain tanaman kaki kuda ini memiliki kelebihan mudah beradaptasi. Sehingga bisa tumbuh dengan baik di dataran rendah ataupun dataran tinggi.

Artikel lainnya: Jenis Jenis Tanaman Obat

Manfaat Daun Pegangan dan Cara Mengkonsumsinya

Manfaat Daun Pegangan dan Cara Mengkonsumsinya
Pixabay.com

Tanaman pegangan atau yang memiliki nama latin Centella Asiatica (linn) Urb.  Meski termasuk dalam jenis tanaman gulma, bukan berarti tanaman ini tidak memiliki manfaat.

Malahan ada banyak manfaat daun pegangan untuk kesehatan tubuh manusia. Daun dari tanaman yang dinamai oleh masyarakat sunda dengan nama antanan rampat ini kaya akan kandungan yang dibutuhkan oleh tubuh manusia.

Seperti Gllikosida triterpenoida, hidrocotylin, kalium, isothankuniside, carotenoid, centellose, thankuniside, madasiatic acid, glikosida saponin, meso inositol, dan masih banyak lagi.

Dengan banyaknya kandungan-kandungan yang ada, daun ini sering dimanfaatkan manusia sebagai herbal untuk membantu kesehatan tubuh manusia.

Apa saja manfaat-manfaatnya? Berikut beberapa manfaat yang bisa anda ketahui.

Manfaat Daun Pegangan

Manfaat Daun Pegangan dan Cara Mengkonsumsinya
Pixabay.com

1. Membantu Mempercepat Proses Penyembuhan Luka

Manfaat daun pegangan yang pertama adalah untuk mempercepat penyembuhan luka. Triterpenoid adalah senyawa yang terkandung di dalam daun pegangan.

Senyawa tersebut memiliki fungsi mempercepat proses penyembuhan luka. Dilansir dari bungabunga.co.id, sebuah investigasi pernah diterbitkan oleh International Journal of Lower Extremity Wounds, bahwa uji coba penyembuhan luka pada tikus dengan kandungan daun pegangan lebih cepat sembuh dibandingkan dengan yang tidak diobati.

Sebuah penelitian di Minerva Chirugica juga menyatakan hasil penelitian terkait daun pegangan terbukti bisa mengurangi bekas luka bedah, setelah memanfaatkan kandungan daun ini sebagai dosis oral.

Selain itu, ada penelitian lain yang mengatakan ramuan daun ini juga membantu mengurangi resiko infeksi pada luka bakar.

2. Membantu Melancarkan Perederan Darah

Sebuah studi yang pernah diterbitkan di jurnal Angiology menunjukan daun ini bisa membantu mengatasi masalah hipertensi vena.

Selain itu, daun ini juga digunakan untuk membantu menangani masalah varises dan insufisiensi vena dengan mengurangi pembengkakan dan mendorong sirkulasi darah.

Ini adalah penyakit penumpukan darah di kaki. Gejala penyakit ini adalah bengkak, rasa sakit, dan kaki terasa berat.

Dengan mengkonsumsi olahan daun ini, gejala-gejala tersebut bisa berkurang. Tentunya karena kandungan-kandungan daun pegangan yang memang memiliki khasiat.

3. Sebagai Anti Peradangan

Daun pegangan bersifat antiinflamasi. Sifat ini ada karena daun ini mengandung triterpen. Sebenarnya kandungan ini lebih banyak dijumpai di batang daun pegangan.

Asam madecassic dan asam asiatic yang ada dalam daun ini, membantu menghambat IL-1 beta, IL-6, dan TNF-alpha yang ada dalam sel yang mengalami infeksi bakteri.

Ini akan meningkatka pembekuan dan membantu mengurangi infeksi.

4. Sebagai Anti Aging

Ada sebuah studi yang berhasil dipublikasikan oleh Journal of Aryuveda and Inegrative Medicine, bahwasanya daun ini bisa membantu meningkatkan produksi kolagen yang ada di tubuh.

Usia yang terus bertambah, menyebabkan berkurangnya produksi kolagen. Ekstrak daun pegangan bisa dimanfaatkan sebagai perawatan kulit agar tetap elastis.

5. Menyamarkan Strech Mark

Sebuah penelitian menyatakan bahwa daun pegangan bagus untuk mengurangi munculnya stretch mark. Ada salah satu kandungan daun ini, yang bernama triterpenoid yang berfungsi meningkatkan kolagen di dalam tubuh.

Hal ini bisa menyamarkan strech Mark. Dan sekaligus mencegah adanya strech Mark. Cukup dengan gunakan krim atau olahan lain yang mengandung ekstrak daun pegangan ini. Namun harus tetap berhati-hati, yang bertujuan untuk menghindari terjadinya reaksi negatif.

6. Meningkatkan Fungsi Otak

Tahun 2016 ada sebuah penilitian yang mengatakan asam folat dan efek ekstrak daun pegangan mampu membantu meningkatkan fungsi dari otak setelah stroke.

Setelah diteliti lebih lanjut, tenyata yang lebih berperan dalam meningkatkan fungsi otak setelah stroke adalah ekstrak daun pegangan.

7. Membantu Menyembuhkan Penyakit Alzheimer

Daun pegangan dipercaya bisa dimanfaatkan untuk melindungi sel-sel otak supaya terhindar dari keracunan. Dan, daun ini juga bisa melindungi sel-sel otak supaya terhindar dari plak di otak yang memicu terjadinya Alzheimer.

Namun, hal ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. Jika anda ingin menggunakan daun ini untuk mengatasi penyakit Alzheimer, sebaiknya konsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

8. Membantu Mengatasi Masalah Imsonia

Susah tidur kerap kali mengganggu waktu istirahat kita di malam hari. Bagaimana tidak, waktu malam yang seharusnya digunakan untuk istirahat dengan tidur nyenyak malah tidak bisa.

Jika mengalami hal ini, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi susah tidur atau imsonia. Salah satunya dengan mengkonsumsi olahan daun pegangan.

Daun pegangan dipercaya mengandung zat-zat yang membantu untuk mengatasi insomnia.

9. Membantu Mengatasi Stres atau Cemas

Daun pegangan dipercaya mengandung senyawa triterpenoid yang bermanfaat untuk tubuh manusia. Salah satunya bisa untuk membantu mengatasi stres ataupun rasa cemas.

Dari beberapa penelitian, para ahli menyimpulkan bahwa ekstrak daun pegangan bisa menggantikan antidepresan.

Nah, itulah beberapa manfaat daun pegangan yang baik untuk kesehatan tubuh. Seperti yang sudah dicantumkan pada tema artikel ini, yakni manfaat daun pegangan dan cara mengkonsumsinya.

Jika di atas adalah manfaatnya, berarti selanjutnya adalah cara mengkonsumsi daun pegangan. Bagaimana caranya? Mari pantengin terus artikel ini sampai selesai.

Cara Mengkonsumsi Daun Pegangan

Khasiat dan Centella
Pixabay.com

Manfaat dan cara mengkonsumsi daun pegangan merupakan tema artikel ini. Setelah membahas manfaat sekarang tinggal bagaimana cara untuk mengkonsumsi daun ini agar bermanfaat untuk kesehatan manusia.

Sebenarnya ada banyak olahan dari daun ini. Ada yang mengkonsumsi daun ini dalam bentuk lalapan atau juga urap. Ada juga yang ramuan daun pegangan yang terbuat dari daun pegangan, batang tapak lima, madu, air putih, dan madu.

Selain itu bisa juga memanfaatkan daun ini untuk membantu merawat kecantikan. Caranya bagaimana?

Cukup dengan membut ramuan untuk digunakan sebagai masker. Bahan-bahan untuk membuatnya adalah daun pegangan dan bedak dingin. Jika sudah jadi, langsung kabari saja.

Demikian pembahasan kami tentang manfaat daun pegangan dan cara mengkonsumsinya. Semoga bermanfaat.

Manfaat Daun Pepaya Jepang untuk Kesehatan

Manfaat Daun Pepaya Jepang untuk Kesehatan

Manfaat Daun Pepaya Jepang – Selain bermanfaat sebagai sayuran nikmat, daun ini juga bermanfaat bagi kesehatan tubuh manusia.

Salah satu tanaman yang mudah tumbuh dan tidak rumit perawatan adalah tanaman pepaya jepang. Cepat tumbuh besar dan nikmat buahnya.

Daun pepaya Jepang atau yang memiliki nama latin Cnidoscolus Aconitifolius, merupakan jenis daun yang kaya akan nutrisi. Ada protein, zat besi, serat, dan vitamin C.

Oleh sebab itu, daun ini dipercaya kaya akan manfaat bagi kesehatan tubuh manusia. Apa saja manfaat daun pepaya Jepang bagi kesehatan tubuh? Berikut adalah ulasannya.

Manfaat Daun Pepaya Jepang untuk Kesehatan

Manfaat Daun Pepaya Jepang untuk Kesehatan
Pixabay.com

Jika dibandingkan dengan bayam, daun pepaya Jepang jauh lebih kaya akan nutrisi. Seperti yang sudah disinggung di atas, daun ini mengandung seperti protein, serat, zat besi, dan vitamin C.

Kandungan-kandungan tersebut merupakan nutrisi yang sangat dibutuhkan tubuh untuk menunjang kesehatan tubuh.

Selain kandungan yang sudah disebutkan di atas, sebenarnya daun ini masih banyak mengandung zat lain. Termasuk senyawa hidrogen sianida atau yang disingkat dengan HCN.

Apa itu HCN ? Ini adalah racun yang dilepas oleh Sianogen glikosida. Dari kandungan ini, daun pepaya Jepang bisa menimbulkan efek samping negatif.

Apa saja efek samping daun pepaya Jepang? Anda bisa membacanya di sini, atau pada bagian akhir artikel ini.

1. Penambah Darah dan Pencegah Anemia

Selama ini daun bayam dipercaya memiliki khasiat sebagai penambah darah dan pencegah penyakit anemia karena kandungan zat besinya.

Tentunya hal itu juga berlaku pada daun pepaya Jepang yang mengandung zat besi 2 kali lebih banyak dari daun bayam.

Dengan begitu, jika kita bosen dengan bayam, bisa gantian dengan daun pepaya Jepang ini.

2. Bagus untuk Kesehatan Tulang

Kalsium yang terkandung di daun pepaya Jepang adalah kisaran 200 – 330 mg/100 g. Jika mengkonsumsi daun ini sehari, maka kebutuhan kalsium tubuh sudah terpenuhi 20 – 33%.

Kalsium merupakan nutrisi tubuh yang berfungsi untuk kesehatan tulang agar lebih kuat. Selain tulang, kalsium juga dibutuhkan untuk kesehatan saraf-saraf, otot, dan jantung.

3. Bagus untuk Memperkuat Otot Tubuh

Selain kalsium, otot juga membutuhkan protein untuk membangun otot yang sehat dan kuat. Mengkonsumsi banyak protein maka massa otot akan semakin bertambah.

Dengan mengkonsumsi daun pepaya Jepang sebanyak 100 gram, maka kebutuhan protein sudah terpenuhi 12 – 15% dari protein yang dibutuhkan dalam sehari.

4. Bagus untuk Melancarkan Pencernaan

Menurut deherba.com, daun ini memiliki kandungan serat hingga 111% lebih tinggi dari daun bayam. Salah satu fungsi serat adalah melembutkan feses dan menambah berat serta ukuran besar.

Feses akan lebih mudah dikeluarkan jika ukurannya besar, padat, dan lembut. Tentu ini akan mencegah sembelit. Dan jika kita sedang mengalami gangguan pencernaan, serat akan bekerja untuk memadatkan feses.

5. Memperkuat Daya Tahan Tubuh

Salah satu fungsi dari vitamin C adalah menambahkan kekuatan pada sistem kekebalan tubuh. Vitamin C sebagai penambah antioksidan di dalam darah dan membantu meningkatkan sel-sel darh putih.

Dengan begitu, setidaknya ini adalah langkah terbaik untuk mencegah resiko terkena penyakit kronis ataupun penyakit biasa.

6. Bagus untuk Kesehatan Mata

Selain vitamin C, daun pepaya Jepang juga mengandung vitamin A. Yang mana, vitamin A ini bagus untuk menjaga kesehatan mata.

Mengkonsumsi daun pepaya Jepang sebanyak 100 gram, maka kebutuhan vitamin A harian sudah terpenuhi sekitar 27% untuk kebutuhan harian.

Dengan kebutuhan vitamin A hariannya sudah tercukupi, maka kemungkinan terkena penyakit mata seperti degenerasi makula akan terminimalisir.

Nah, itulah manfaat-manfaat daun pepaya Jepang yang bisa kita dapatkan jika kita rajin mengkonsumsi daun ini.

Pada intinya, daun ini tergolong mengandung nutrisi yang tinggi, jika dibandingkan daun-daun hijau lainnya.

Jika kita ingin rutin mengkonsumsi daun ini, kita bisa menanamnya sendiri di pekarangan dekat rumah. Sehingga tidak perlu ke pasar untuk membelinya.

Tinggal petik dan rawat pohonnya supaya bisa menikmati kapan saja. Cara menanam dan merawat tanaman pepaya Jepang tergolong mudah dan cepat besar.

Efek Samping Daun Pepaya Jepang

Manfaat Daun Pepaya Jepang bagi Kesehatan
Pixabay.com

Selain manfaat, ada juga efek samping dari daun yang kaya akan kandungan ini. Ini penting untuk diketahui. Karena kalau hanya mengetahui manfaatnya saja bisa berbahaya.

Kenapa berbahaya? Karena jika berlebihan mengkonsumsi daun ini efek samping kemungkinan besar akan timbul dan bisa mengganggu kesehatan tubuh kita.

Sudah kami singgung sedikit di atas, bahwa terdapat kandungan yang bernama Sianogen Glikosida yang melepaskan racun di dalam tubuh. Racun itu bernama Hidrogen Sianida atau HCN.

HCN jika melebihi kadar aman di dalam tubuh bisa menyebabkan berbagai efek samping. Apa saja efek samping daun pepaya Jepang ini?

Berdasarkan penjelasan dari lembaga The National Institute for Occupational Safety and Health, HCN bisa menyebabkan gangguan pada sistem pernafasan dan penggunaan oksigen di dalam tubuh.

Terpapar HCN efeknya akan menyebar ke seluruh tubuh secara sistemik. Terutama pada bagian organ yang bekerjanya bergantung pada oksigen.

Adapun tanda-tanda seseorang yang keracunan HCN adalah pusing di kepala, mual dan muntah, sesak nafas, cemas, dan gelisah.

Tanda-tanda yang lebih serius lagi yaitu mengalami kejang otot, pinsan, koma, sampai kematian.

Efek samping daun pepaya Jepang boleh dikatakan cukup serius. Makanya penting untuk mengetahui dosis dan cara mengkonsumsi daun ini.

Cara Aman Mengkonsumsi Daun Pepaya Jepang

Cara Mengolah Daun Pepaya
Pixabay.com

Melihat begitu penting manfaat daun ini, tentu keinginan kita untuk mengkonsumsi daun ini jadi bertambah. Namun, di sisi lain, ada efek samping yang cukup serius dari kandungan HCN yang ada dalam daun ini.

Lalu, bagaimana cara aman untuk mengkonsumsi daun ini dari efek samping yang bisa sampai fatal? Nah, jika kita tidak membaca sampai sini, tentu tidak akan tahu bahwa efek samping bisa kita minimalisir.

Caranya sangat mudah. Jadi, efek bahaya daun pepaya Jepang poinnya ada pada senyawa HCN. Jika senyawa ini bisa dikurangi atau dinetralkan, kita bisa mengkonsumsi daun ini tanpa ada rasa khawatir.

Pertanyaannya, bagaimana cara menetralkan kandungan HCN ini? Menurut deherba.com, sudah dilakukan penelitian terkait hal ini. Hasilnya mengatakan bahwa kadar HCN bisa dikurangi sampai batas aman dengan cara dimasak atau direbus.

Cukup masak atau rebus daun ini selama minimal 15 menit, maka kandungan senyawa HCN akan berkurang.

Tentang Daun Pepaya Jepang

Daun pepaya Jepang merupakan salah satu tanaman obat yang mudah ditemukan dan mudah dibudidayakan. Khasiat daun ini tidak sangat mengangkat nilai dari daun ini.

Ada pun efek samping yang ada, sebaiknya jangan dijadikan sebagai alasan untuk tidak mengkonsumsi daun ini. Karena seperti yang sudah dijelaskan, penyebab efek samping tersebut merupakan senyawa HCN.

Senyawa ini bisa dinetralkan dengan cara dimasak atau merebus daun ini selam 15-20 menit. Jika sudah melalui proses tersebut, maka daun ini sudah aman untuk dikonsumsi.

Itu saja informasi dari kami tentang manfaat daun pepaya Jepang untuk kesehatan. Semoga artikelnya bermanfaat.

Efek Samping Daun Pepaya Jepang

Efek Samping Daun Pepaya Jepang

Efek Samping Daun Pepaya Jepang – Selain manfaat daun pepaya jepang, ada juga efek tidak baik yang perlu diperhatikan sebelum mengkonsumsinya.

Seperti kita ketahui, daun pepaya sudah sejak dulu dikonsumsi oleh masyarakat umum, khususnya di pedesaan. Ada beberapa macam olahan dari daun pepaya yang bisa kita nikmati.

Diantaranya ada sup daun pepaya dan sayur daun pepaya. Namun, jika belum terbiasa mengolah daun pepaya, bisa saja masakan yang dihasilkan rasanya pahit.

Ada teknik tertentu supaya masakan daun pepaya tidak pahit. Anda bisa cari tahu informasinya di artikel kami tentang cara memasak daun pepaya agar tidak pahit.

Untuk pembahasan sekarang, adalah tentang efek samping dari daun pepaya Jepang. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Efek Samping Daun Pepaya Jepang untuk Kesehatan

Efek Samping Daun Pepaya Jepang

Pada dasarnya, kandungan daun pepaya Jepang sangat baik untuk kebutuhan nutrisi tubuh. Selain itu, pepaya Jepang tergolong dalam tanaman yang mudah ditanam atau dibudidayakan.

Namun, ada yang perlu menjadi perhatian. Bahwasanya, daun ini mengandung senyawa Hydrogen Cyanide (HCN).

Menurut deherba.com, HCN merupakan kandungan dari daun ini yang berpotensi menimbukan efek samping.

Namun, efek samping itu bisa muncul jika senyawa HCN dikonsumsi melebihi dosis kemampuan tubuh.

Berdasarkan WHO Additives Series 30, seseorang kemungkinan besar terkena dampak efek samping dari daun ini jika mengkonsumsi sebanyak 0,5-3,5 mg/kg dari berat badan.

Jadi misalkan ada seseorang berat badannya 60 kg. Maka ia boleh mengkonsumsi sebanyak 30 mg HCN sebelum muncul efek samping daun ini.

Ada sebuah laporan yang menyatakan daun pepaya Jepang mentah mengandung HCN setiap 100 gram ia berbahaya bagi yang memiliki berat badan 60 kg.

Namun kandungan tersebut bisa kurang jika sudah dimasak. Jadi mengkonsumsi daun ini secara mentah-mentahan lebih berbahaya.

Artinya, semakin banyak mengkonsumsi daun pepaya Jepang, semakin besar terkena efek sampingnya.

Apa Saja Efek Sampingnya Daun Ini ?

  • Mual dan muntah
  • Nafas bertambah detak danyutnya
  • Sesak nafas
  • Sesak di leher
  • Dll

Selain efek di atas, ada efek lain yang lebih berbahaya. Bahkan bisa berdampak fatal jika dikonsumsi mentahan dan secara belebihan.

Jadi, intinya jangan mengkonsumsi daun pepaya Jepang dalam keadaan belum di olah menjadi masakan.

Demikian yang dapat kami sampaikan, mari kita cintai tubuh kita sendiri supaya terhindari dari efek samping daun pepaya Jepang.

Apakah Daun Pepaya Jepang Menyebabkan Kanker ?

Apakah Daun Pepaya Jepang Menyebabkan Kanker ?

Apakah Daun Pepaya Jepang Menyebabkan Kanker ? Penyakit kanker adalah penyakit berbahaya yang menyerang bagian dalam tubuh. Jika dibiarkan penyakit ini akan semakin parah dan bisa berdampak fatal berupa kematian.

Salah satu pemicu seseorang mengidap kanker adalah makanan. Sudah tidak asing lagi di telinga jika ada beberapa jenis makanan yang memang bisa menyebabkan kanker.

Nah kabarnya daun pepaya Jepang diisukan masuk dalam jenis makanan yang memicu kanker. Apakah benar?

Baca juga: Cara memasak daun pepaya agar tidak pahit.

Apakah Daun Pepaya Jepang Menyebabkan Kanker ?

Apakah daun pepaya jepang menyebabkan kanker
Pixabay.com

Untuk bisa mendapatkan jawaban yang meyakinkan, kita perlu menengok apa saja kandungan dari daun pepaya Jepang. Dan apa saja efek samping negatif dari daun ini.

Ini penting untuk diketahui supaya kita tahu apa benar daun pepaya Jepang bisa memicu datangnya penyakit kanker di tubuh.

Karena hal yang paling berpengaruh terhadap kesehatan tubuh pada makanan adalah isi kandungannya.

Kandungan Daun Pepaya Jepang

Di dalam daun pepaya ini terdapat banyak kandungan, diantaranya yaitu sebagai berikut.

  • Protein
  • Serat kasar
  • Kalsium
  • Kalium
  • Zat besi
  • Vitamin
  • Karoten
  • Sianogen glikosida

Nah, itulah beberapa kandungan yang ada dari daun ini. Diantara kandungan tersebut, ada satu yang merupakan senyawa beracun atau toksik.

Sianogen glikosida, dilansir dari deherba.com, senyawa ini bisa melepas racun yang bernama hidrogen sianida atau yang disingkat dengan HCN.

Apakah ini yang memicu timbulnya kanker? Ternyata bukan.

WHO Food Additives Series 30 mencantumkan dosis maksimal yang bisa menyebabkan kematian dari HCN adalah sebesar 0,5-3,5 mg per kg berat badan.

Efek negatif yang timbul jika seseorang mengkonsumsi senyawa ini sampai dosis yang mematikan adalah pusing, pingsan, sianosis, kedutan, kejang, sakit kepala, sampai koma.

100 gram daun pepaya Jepang mentah mengandung 27-42 mg HCN. Sedangkan batas maksimal 0,5-3,5 mg per kg berat badan. Artinya jika seseorang anak muda yang memiliki berat badan 55 kg, batas maksimal mengkonsumsi senyawa ini yaitu 27,5 mg.

Tentu ini cukup berbahaya bagi yang memiliki berat badan di bawah 55 kg. Karena 100 gram saja sudah mengandung 27-42 mg HCN.

Tapi tenang, kandungan senyawa beracun ini bisa diminimalisir dengan dimasak. Artinya, kandungan HCN akan berkurang dengan otomatis jika daun pepaya Jepang sudah dimasak.

Paling minimal yaitu dengan merebus dengan waktu paling singkat 15 menit.

Daun Pepaya Jepang tidak Menyebabkan Kanker

Seperti yang sudah dibahas, kandungan yang berbahaya dari daun ini adalah HCN. Di atas sudah diulas efek samping dari HCN ini, dan tidak ada efek negatif yang menyatakan kandungan daun ini menyebabkan kanker.

Artinya daun ini secara ilmiah tidak memicu terjadinya kanker. Efek paling parah dari HCN sendiri yaitu koma. Jadi, tidak ada berkaitan dengan kanker.

Jadi kandungan berbahaya yang ada pada daun ini adalah HCN. Dan itu bisa diminimalisir dengan cara direbus minimal 15 menit. Dan yang paling penting adalah tidak menyebabkan kanker.

Nah, itulah jawaban dari kami terkait pertanyaan apakah daun pepaya Jepang menyebabkan kanker. Semoga artikel ini cukup menjawab rasa penasaran anda.

Sumber referensi: https://www.deherba.com/daun-pepaya-jepang-bukan-penyebab-kanker.html

 

Cara Memasak Daun Pepaya agar Tidak Pahit

Cara Memasak Daun Pepaya agar Tidak Pahit

Cara Memasak Daun Pepaya agar Tidak Pahit – Anda pernah makan dengan lauk sayur daun pepaya? Itu bagi yang belum tahu cara masaknya, sayur daun pepaya akan terasa pahit.

Banyak yang masih bingung bagaimana cara agar masakan sayur daun pepaya tidak pahit. Tanpa melalui proses khusus, mustahil jika sayur daun pepaya bisa tidak pahit.

Sebenarnya ada beberapa cara yang bisa dipakai untuk menghilangkan rasa pahit pada daun pepaya. Sebelumnya, kami juga sudah menulis artikel tentang cara merebus daun pepaya agar tidak pahit. Di artikel tersebut sudah kami jelaskan beberapa cara supaya daun pepaya tidak pahit ketika dijadikan sayur lauk.

Pada dasarnya, jika ingin menghasilkan masakan sayur daun pepaya yang tidak pahit harus melalui proses seperti merebus daun pepaya dengan asam Jawa, garam kasar, dan lain-lain.

Nah di sini kami akan mengulas tentang cara memasak daun pepaya agar tidak pahit dengan proses merebus terlebih dahulu dengan tanah liat.

Bagaimana caranya?

Cara Masak Daun Pepaya agar Tidak Pahit

Cara Memasak Daun Pepaya agar Tidak Pahit
Pixabay.com

Penggunaan tanah liat yang bertujuan untuk menghilangkan rasa pahit pada daun pepaya cukup mudah.

Daun pepaya jika direbus tanpa bahan campuran ia akan terasa pahit. Baik sebelum direbus maupun setelah direbus.

Mungkin cara untuk menghilangkan rasa pahit pada daun pepaya dengan tanah liat bisa mengurangi khasiat daun pepaya.

Ya untuk dijadikan lauk, tentunya tidak terlalu bermasalah. Karena makan akan berkurang seleranya jika dengan lauk yang pahit.

Jika ingin mendapatkan khasiat daun pepaya, maka disarankan mengkonsumsi sejenis ramuan daun pepaya supaya khasiatnya lebih maksimal.

Bebicara tanah liat, tentu kita semua sudah tahu bukan? Tanah liat sering dijadikan bahan utama pembuatan berbagai alat dapur tradisional seperti gentong air, wajan, dan masih banyak lainnya.

Untuk mendapatkan tanah liat sendiri tergolong tidak sulit-sulit amat. Karena beberapa pasar tradisional banyak yang menjualnya.

Nah, langsung ke tema pembahasan, bagaimana sih cara penggunaan tanah liat untuk menghilangkan rasa pahit pada daun pepaya?

1. Bahan yang Harus Disiapkan

  • Daun pepaya
  • Tanah liat
  • Air

2. Alat yang Harus Disiapkan

  • Kompor atau sejenisnya
  • panci untuk merebus

Langkah-langkah

Langkah pertama adalah larutkan tanah dengan air sebelum direbus. Larutkan hingga tanah dan air bercampur. Takarannya boleh 1 kg tanah untuk 2 liter air, atau menyesuaikan saja. Anda boleh bereksperimen untuk takarannya.

Setelah dilarutkan, jangan lupa untuk menyaring supaya lebih terjaga kebersihannya. Setelah selesai mencampurkan tanah dengan air. Kemudian siapkan seikat daun pepaya atau menyesuaikan.

Selanjutnya, rebus air yang sudah dilarutkan dengan tanah. Rebus sampai mendidih. Kemudian masukan daun pepaya setelah air benar-benar mendidih.

Rebus daun pepaya di dalam air tanah yang sudah mendidih selama 5 menit atau sampai daun pepaya betekstur tidak kaku.

Jika sudah 5 menit, angkat dan bersihkan dengan cara mencucinya dengan air bersih. Nah, tahap proses penghilangan rasa pahit sudah selesai.

Video Cara Menghilangkan Rasa Pahit pada Daun Pepaya

Jika anda masih ragu dan bingung, bisa coba liat di video yang kami ambil sumbernya dari akun youtube BAGUS GIRI.

Di dalam video tersebut, dijelaskan cukup jelas dan lengkap. Silahkan tonton dengan seksama. Nah, itu saja yang dapat kami sampaikan lewat artikel tentang cara memasak daun pepaya agar tidak pahit.