Tanaman Pohon Daun Bidara

Halo sahabat @PakTani11, kali ini kita akan kupas informasi tentang daun bidara. Mulai dari gambar daun bidara, manfaat, cara meramu, sampai dengan morfolaginya.

Apa yang anda pikirkan ketika mendengar kata daun bidara? Pasti rata-rata menjawab daun yang bermanfaat untuk mengusir jin.

Memang benar begitu nyatanya. Di kalangan umat muslim, daun bidara dipercayai dapat digunakan sebagai pengusir jin.

Namun, di sisi lain, ada banyak hal yang tidak kalah menariknya untuk diketahui. Apa saja hal-hal yang dimaksud?

1. Tanaman Daun Bidara (Pohon Bidara)

Tanaman Pohon Daun Bidara
Sumber Gambar: encrypted-tbn0.gstatic.com

Daun bidara adalah daun dari pohon bidara. Menurut sumber wikipedia, Nama latin tanaman ini adalah Ziziphus Mauritiana. Asal muasal tanaman daun bidara diperkirakan dari Asia Tengah.

Kemudian berkembang di negara-negara seperti China, Indonesia, Thailand, dan beberapa negara lainnya. Mirip dengan tanaman kaktus, tanaman pohon bidara dapat tumbuh dengan baik di daerah yang memiliki suhu panas.

Meskipun begitu, bukan berarti tanaman ini harus ditanam di daerah yang bersuhu tinggi. Pohon bidara juga bisa ditanam di daerah yang tidak terlalu panas, seperti di daerah-daerah yang ada di Indonesia.

2. Manfaat Daun Bidara

Manfaat Daun Bidara
Sumber Gambar: encrypted-tbn0.gstatic.com

Bagi umat muslim, daun ini terkenal karena dipercaya memiliki manfaat mengusir gangguan jin.

Selain itu daun bidara bagi umat muslim juga sering digunakan ketika memandikan orang yang sudah meninggal. Salah satu tujuannya adalah sebagai herbal wewangian yang tahan lama.

Secara dunia medis, daun bidara mengandung berbagai nutrisi dan senyawa-senyawa yang membuat daun bidara bermanfaat untuk kesehatan.

  • Membantu mempercepat penyembuhan luka.
  • Membantu menyehatkan jantung.
  • Membantu menurunkan kolesterol.
  • Bagus untuk sistem pencernaan.
  • Membantu menurunkan resiko diabetes.
  • Sebagai obat wasir.
  • Cocok untuk mendukung program diet
  • Membasmi bakteri.
  • Bagus untuk pembersih daerah kewanitaan.
  • Bagus untuk perawatan rambut.
  • Bisa untuk membantu menyembuhkan luka bakar.
  • Sebagai pelembab kulit.
  • Mengatasi jerawat.
  • Bisa untuk mengurangi gejala despresi.
  • Untuk membantu mengusir gangguan jin.
  • Campuran air mandi untuk orang meninggal.
  • Mmbersihkan daerah kewanitaan dari bau darah haid.
  • Sebagai bahan campuran bahan kosmetik wajah.
  • Sehat untuk pakan ternak.
  • Bagus untuk membantu mengobati lambung.
  • Membantu mengobati radang pada kulit.
  • Bisa membantu menurunkan demam.
  • Baik untuk mencegah tumor maupun kanker.
  • Sebagai herbal alami yang bisa membantu dalam masalah ejakulasi dini.
  • Membantu masalah keputihan.
  • Sebagai obat alami insomnia.
  • Membantu mengobati maag.
  • Bagus untuk kesehatan mulut.
  • Sebagai obat untuk penyakit flu.
  • Membantu masalah haid pada wanita.

Untuk penjelasan lebih lengkap mengenai manfaat daun bidara, anda bisa baca pada artikel tentang 30 manfaat daun bidara dan cara menggunakannya.

3. Cara Menanam Pohon Bidara dari Biji

Cara Menanam Pohon Bidara
Sumber Gambar: encrypted-tbn0.gstatic.com

Dengan segala manfaatnya, tidak heran banyak orang yang ingin memiliki pohon bidara sendiri di pekarangan rumahnya. Terlebih cara menanam pohon bidara tergolong tidak sulit.

Berikut ini adalah langkah-langkah yang harus dilalui jika ingin menanam pohon bidara di pekarangan rumah sendiri.

1. Persiapan Biji Buah Bidara

Pertama adalah menyiapkan biji untuk dijadikan bibit pohon bidara. Kita bisa mendapatkan biji dari buah bidara dengan cara membelah atau memotong buah bidara. Kemudian jemur bijinya sampai kering.

Jika tidak mau ribet, sekarang sudah banyak toko-toko online yang menyediakan biji pohon bidara. Kita bisa membelinya.

Setelah mendapatkan biji bidara, kupas cangkangnya dan kemudian rendam di dalam air dengan bawang merah (sebagai zat perangsang tumbuhan), diamkan selama 1 malam.

2. Penyemaian Biji

Setelah biji selesai direndam, langkah berikutnya adalah menyemai biji tersebut. Siapkan wadah (bak atau nampan), siapkan juga tisu, dan tidak lupa plastik sungkup.

  • Letakan tisu sebanyak 2-3 lembar di wadah yang sudah disiapkan.
  • Basahi tisu tersebut dengan air secara pelan-pelan atau sedikit tapi membasahi secara merata. Gunakan sprayer untuk lebih mudah.
  • Letakan biji-biji bauh bidara di atas tisu yang sudah basah.
  • Setelah diletakan, jangan lupa siram kembali secara merata.
  • Selanjutnya, tutup dengan plastik sungkup. Lalu biarkan minimal 2 hari.
  • Setelah 2 hari atau lebih, cek apakah sudah tumbuh akar. Jika sudah tumbuh akar, maka masuk tahapan selanjutnya yaitu Pemindahan media tanam.

3. Pindahkan ke Media Tanam

Tahapan berikutnya adalah memindah biji-biji yang sudah tumbuh akar. Bagaimana caranya?

  • Pertama siapkan terlebih dahulu media tanam yang terbuat dari campuran tanah humus, pupuk kandang, daan abu sekam.
  • Kemudian masukan media tanam tersebut ke dalam pot, polybag, atau sejenisnya.
  • Setelah media tanam siap, selanjutnya proses pemindahan dari media semai ke media tanam.
  • Posisikan akar masuk ke dalam media tanam. Kurang lebih sedalam 2-3 cm.
  • Tutup dengan tanah/media tanam secara rapat merata.
  • Siram dengan sedikit air saja, ushaakan setiap hari. Minimal sehari sekali.
  • Setelah 1 pekan, biasanya biji yang ditanam sudah mulai tumbuh daun.
  • Jika menanam langsung di lahan terbuka, maka carilah tempat yang terkena pancaran cahaya bagus. Berikan naungan atau penutup di atasnya. Fungsinya untuk menutup pancaran matahari secara langsung di siang hari.

4. Pemeliharaan

Untuk dapat tumbuh maksimal, maka dibutuhkan perawatan yang baik dan benar. Berikut ini cara merawat daun bidara yang bisa dipraktekan.

a. Penyiraman

Meskipun tanaman bidara terkenal sebagai tanaman yang bisa tumbuh subur di suhu panas, tanaman bidara tetap membutuhkan air untuk membantu proses pertumbuhannya.

Maka siramlah tanaman bidara setidaknya sehari sekali. Siramlah dengan air secukupnya saja jangan berlebihan. Terutama ketika tanaman belum tumbuh besar.

b. Pengajiran

Pengajiran adalah pemberian sebuah bilah atau batang yang ditancapkan di sebelah tanaman bidara lalu diikatkan keduanya yang bertujuan sebagai pegangan tanaman bidara yang masih berusia muda.

Untuk membantu tanaman bidara tumbuh dengan sempurna, proses pengajiran sangat penting dan perlu dilakukan.

c. Penyinaran

Jika penanaman tanaman bidara di lakukan di media tanam berupa pot atau polybag, usahakan diletakan di tempat yang mendapat pancaran sinar matahari secara langsung.

Khusus di waktu-waktu terbaik yaitu antara jam 6 – 10 pagi. Maka untuk bisa melihat pertumbuhan yang bagus, tanaman bidara tidak boleh kekurangan cahaya matahari.

d. Pemupukan

Untuk mendukung pertumbuhan yang subur dan tanaman berkembang baik, maka perlu dilakukan pemupukan.

Berikan pupuk setidaknya sebulan sekali untuk memenuhi kebutuhan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman bidara.

Cara memupuknya yaitu dengan menaburkan disekitar akar tanaman, kemudian siram dengan air supaya pupuk mudah diresap oleh akar. Pupuk yang digunakan boleh jenis NPK.

e. Pemangkasan

Pemangkasan adalah bagian dari perawatan. Pemangkasan dilakukan ada cabang-cabang yang sudah tua, kering, dan terlihat terkena penyakit, atau cabang yang mengalami pertumbuhan kurang bagus.

Tujuan dari pemangkasan adalah untuk meremajakan kondisi tanaman bidara. Dengan begitu tanaman akan sehat dan tumbuh dengan baik.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, tanaman daun bidara tumbuh dengan sempurna sampai berbuah, maka sebaiknya lakukan tahapan-tahapan cara menanam tanaman pohon bidara di atas.

4. Klasifikasi Tanaman Pohon Daun Bidara

Klasifikasi Tanaman Bidara
Sumber Gambar: encrypted-tbn0.gstatic.com

Kingdom      : Tumbuhan (Plantae)

Subkingdom: Tumbuhan berpembuluh (Tracheobonta)

Super Divisi  : Menghasilkan biji (Spermaophyta)

Divisi            : Tumbuhan berbunga (Magnoliophyta)

Kelas             : Berkeping dua/diktotil (Magnoliopsida)

Sub Kelas      : Rosidae

Ordo             : Rhamnales

Famili            : Ziziphus

Spesies          : Ziziphus mauritiana lamk

Tanaman bidara adalah jenis tanaman yang bandel. Karena tanaman bidara bisa bertahan di lingkungan kering dan bisa mengatasi suhu yang ekstrim.

5. Habitat Tanaman Pohon Daun Bidara

Habitat Pohon Daun Bidara
Sumber Gambar: cdn-image.hipwee.com

Habitat alaminya tanaman bidara adalah di lingkungan gurun. Jadi idealnya tanaman ini ditanam di sekitaran pesisir pantai sampai pada daerah dengan ketinggian 1000 mdpl.

Artinya, bidara bisa tumbuh dengan baik di curah hujan yang berkisar 125 mm dan 2.000 m per tahun. Curah hujan yang cukup baik untuk pertumbuhannya yaitu serendah 300 – 400 mm per tahun.

Sedangkan suhu yang bagus untuk pertumbuhannya yaitu di antara 7 – 48° C. Dalam keadaan darurat, bidara bisa bertahan pada embun beku ringan.

6. Morfologi Tanaman Pohon Daun Bidara

Morfologi Pohon Daun Bidara
Sumber Gambar: encrypted-tbn0.gstatic.com

a. Folium (Daun)

Daun bidara adalah jenis daun majemuk. Artinya daun bidara bertangkai dan bercabang-cabang. Dimana pada cabang-cabang tangkai tubuh helaian daun.

Di sisi lain daun bidara merupakan daun tidak lengkap. Karena tidak memiliki pelepah, hanya tangkai  dan helaian daun saja.

Daun tanaman ini halus dan tidak bertoreh. Bentuknya bulat oval, rata bagian tepinya, beringgit, posisi tulang daun berselang-seling.

Berukuran 2-9 x 1,5-5 cm. Berwarna putih pada bagian bawahnya, berkilap bagian atasnya, dan tidak berbulu.

b. Flos (Bunga)

Bunga adalah alat kelamin betina tumbuhan. Pada tanaman pohon daun bidara, bunga tumbuh di ketiak daun. bentuknya seperti payung menggarpu, berukuran 1-2 cm, dan tersusun pada 7-20 kuntum bunga.

Bunga bidara adalah jenis bunga tunggal, artinya satu bunga saja, namun dari satu bunga ini muncul bunga-bunga (membentuk perbungaan). Bunganya masih bisa dihitung, sehingga masuk dalam bunga berbatas.

c. Fructus (Buah)

Buah bidara termasuk dalam buah tunggal atau buah sejati.

Kenapa dinamai buah tunggal atau buah sejati? Karena buah bidara merupakan tipe buah satu, bentuknya bulat dan berukuran kecil.

Pada bidara yang dibudidayakan buahnya bisa berukuran 6 x 4 cm. Kulitnya tipis, halus, dan berkilap. Warnanya ada bisa berubah dari kekuningan sampai kemerahan, dan kehitaman.

Daging buah bidara berwarna putih, rasanya agak asam sampai manis. Di dalamnya ada batok berbentuk benjol tidak beraturan yang membungkus biji bidara.

d. Caulis (Batang)

Batang pohon bidara berbentuk bulat dan bekayu. Memiliki cabang yang monopodial. Apa itu Monopodial?

Monopodial adalah bentuk batang pohon nampak jelas karena lebih besar dari pada cabangnya.

e. Radix (Akar)

Akar merupakan bagian pokok pada sebuah tanaman pohon. Tanaman pohon bidara memiliki akar yang tumbuh ke dalam arah pusat bumi (geotrop).

Tumbuh menuju air (hidrotrop) dan meninggalkan cahaya dan udara. Akarnya tidak beruas atau berbuku-buku.

Berbentuk meruncing dan masuk dalam akar serabut. Maksudnya akar lembaga yang dalam perkembangannya mati kemudian diganti dengan sejumlah akar yang sama besarnya dan tumbuh dari pangkal batang.

Tinggalkan komentar