Efek Samping Minum Rebusan Jahe dan Sereh

Efek Samping Minum Rebusan Jahe dan Sereh –  Halo sahabat @PakTani11, jahe dan sereh adalah jenis rempah-rempah yang sudah tidak asing lagi. Keduanya merupakan bumbu dapur yang sering digunakan untuk penyedap rasa.

Selain memberikan manfaat yang bagus untuk kesehatan tubuh. Keduanya juga bisa memberi efek samping. Sebenarnya dalam semua hal pasti ada efek baik dan efek buruknya.

Termasuk rebusan jahe dan sereh ini. Manfaatnya bagus jika diminum akan menghangatkan tenggorokan, menghangatkan badan, dan masih banyak lagi. Nanti akan kami jabarkan di bagian akhir artikel ini.

Namun meminum rebusan jahe dan sereh juga bisa memberikan efek samping yang perlu diperhatikan. Apa saja efek sampingnya?

Baca cara menanam jahe gajah, merah, dan jahe biasa.

Efek Samping Minum Rebusan Jahe dan Sereh

Efek samping minum rebusan jahe dan sereh
Sumber: ikoma.co.id

Efek samping merupakan dampak negatif dari mengkonsumsi atau menggunakan sesuatu.

Biasanya, efek samping akan muncul jika ada kesalahan dengan cara mengkonsumsinya.

Yang namanya efek samping tentu tidak menyenangkan dan tidak bagus untuk kesehatan tubuh.

Maka dianjurkan sebelum mengkonsumsi atau memakai sesuatu sebaiknya baca dulu petunjuk penggunaan atau tanyakan kepada ahlinya terlebih dahulu.

Rebusan sereh memang bagus untuk membantu meningkatkan kesehatan tubuh. Namun, rebusan sereh juga bisa memberi efek samping yang tidak baik untuk kesehatan. Khususnya untuk ibu hamil dan menyusui.

Khusus untuk jahe, jika dikonsumsi tidak sesuai dengan anjuran, akan menyebabkan efek samping sebagai berikut:

  • Kembung.
  • Mual.
  • Mulas.
  • Gangguan Perut.

Menurut ahli herbal mengatakan bahwa mengkonsumsi jahe sebaiknya tidak lebih dari 4 gram/hari.

Jahe juga mampu berinteraksi dengan obat-obatan resep dan pengencer darah seperti aspirin dan warfin.

Oleh karena itu, jika mau mengkonsumsi jahe sebaiknya inget-inget terlebih dahulu. Apakah sedang mengkonsumsi obatan resep atau tidak.

Selain itu, untuk anak-anak di bawah 2 tahun, tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi jahe.

Dan ada beberapa orang yang memiliki masalah kesehatan tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi jahe.

Orang yang Tidak Diperbolehkan Berlebihan Mengkonsumsi Jahe

1. Orang yang akan Operasi

Menurut situs nakita.grid.id, sebuah studi pada tahun 2007 menyatakan jahe dapat meningkatkan pendarahan internal.

Maka dari itu, para ahli menyarankan kepada siapapun yang akan menjalani operasi, sebaiknya hindari mengkonsumsi jahe 14 hari sebelum di operasi.

2. Perempuan Hamil

Perempuan hamil sangat rawan dengan pendarahan. Tentunya untuk mengurangi hal tersebut salah satunya dengan mengurangi atau tidak mengkonsumsi hal yang dapat meningkatkan resiko pendarahan.

Beberapa penelitian menyimpulkan jahe mampu menurunkan daya serap zat besi serta vitamin yang dapat larut dalam lemak di perempuan hamil.

Selain itu, jahe juga mampu menjadi sebab konntraksi uterus. Maka bagi perempuan yang sedang hamil, sebaiknya jika ingin mengkonsumsi jahe konsultasikan terlebih dahulu ke dokter.

3. Orang yang Terkena Gangguan Darah

Pada dasarnya jahe mampu mencegah pembekuan darah. Namun meningkatkan sirkulasi aliran darah.

Tentunya hal ini menjadi sebab meningkatknya resiko pendarahan. Dan sudah pasti ini tidak baik untuk orang yang sedang melakukan pengobatan yang berkaitan dengan memperlambat pembekuan pada darah.

4. Orang terkena Batu Empedu

Jahe mampu merangsang produksi empedu di dalam tubuh. Oleh sebab itu sebaiknya orang yang terkena batu empedu tidak mengkonsumsi jahe.

5. Orang yang sedang Program Penggemukan Badan

Jahe dipercaya oleh dunia kesehatan dapat menekan nafsu makan. Para ahli menjelaskan jahe mampu mempengaruhi kadar serotonin di dalam darah. Sehingga ini menyebabkan pengengekangan terhadap nafsu makan.

Maka disimpulkan, orang yang sedang program penggemukan badan tidak dianjurkan mengkonsumsi jahe.

Manfaat Jahe

Seperti yang sudah kami singgung di awal artikel, kami akan menjabarkan beberapa manfaat jahe yang bagus untuk kesehatan tubuh.

1. Sebagai Anti Peradangan

Jahe atau Gingerol memiliki sifat anti inflamatori. Yang mana ini menjadikan jahe mampu membantu mengurangi rasa sakit pada penderita penyakit sendi seperti rematik dan osteoarthritis.

2. Membantu Mencegah Penyakit Kulit

Jahe dipercaya dapat memicu keluarnya keringat jika dikonsumsi. Dengan keluarnya keringat, tentunya sangat bermanfaat untuk kesehatan. Khususnya bagi yang sedang menderita sakit demam ataupun flu.

Selain itu keluar keringat juga sangat bagus untuk kesehatan kulit. Berkeringat dapat membantu melindungi kulit dari mikroorganisme yang bisa menyebabkan infeksi kulit.

3. Mengurangi Masalah Pencernaan

Sudah dikenal sejak lama, jahe merupakan rempah-rempah yang mampu membantu memperlancar sistem pecernaan.

Jahe mengandung phenolic yang memiliki fungsi mampu meredakan gejala iritasi gastrointestinal, mencegah kontraksi pada perut, menstimulasi air liur, dan juga membantu mendorong pergerakan makanan dan minuman yang sudah masuk ke dalam sistem pencernaan.

4. Membantu mengurangi Mual

Selain dapat menyebabkan mual, jahe juga bisa menjadi penawar mual. Semua tergantung dengan kasusnya masing-masing.

Jahe dapat membantu mengurangi mual jika kasusnya disebabkan karena vertigo, morning sickness, ataupun efek samping dari pengobatan kanker.

Mungkin itu saja yang dapat kami jelaskan mengenai efek samping minum rebusan jahe dan sereh. Semoga artikel ini menjawab rasa pensaran pembaca. Salam @PakTani11

2 pemikiran pada “Efek Samping Minum Rebusan Jahe dan Sereh”

    • Halo Baihaki, jika kasusnya seperti itu, coba konsultasikan ke dokter. Atau bisa tanyakan di situs resmi dokter, nama situsnya alodokter.com.

      Balas

Tinggalkan komentar