Jenis Jenis Cabe

Kumpulan jenis cabe yang tumbuh di bumi. Ada cabe merah besar, cabe merah keriting, cabe hijau, hibrida, rawit, gendol, cabe jawa, cabe setan, dan masih banyak lagi.

Bagi masyarakat Indonesia, cabe atau cabai adalah salah satu sayuran atau bumbu masakan yang paling penting. Hampir setiap masakan khas Nusantara pasti menggunakan cabe sebagai bahan dasarnya. Namun tahukah kalian bahwa terdapat berbagai jenis cabe yang ada di dunia.

Pada umumnya, cabe yang paling banyak dibudidayakan di Indonesia adalah cabe merah, keriting, atau cabe rawit. Tetapi sebenarnya terdapat beberapa jenis cabe lainnya yang dapat di temukan selain ketiga jenis cabe tersebut.

Nah, pada kesempatan kali ini sahabat tanam akan membahas berbagai jenis cabe yang ada di dalam dan di luar Indonesia.

Baca juga: Manfaat Sayur Kangkung.

Jenis Jenis Cabe

Cabe merupakan tanaman yang tergolong dalam terong-terongan yaitu Solanaceae. Sedangkan Capsicum sp adalah nama spesies dari tanaman cabe. Sebenarnya, varietas cabe yang tersebar di dunia sangat banyak, namun tidak semua jenis cabe dapat dibudidayakan.

Terdapat beberapa jenis cabe yang hanya dijadikan sebagai hiasan karena memiliki warna dan bentuk yang indah. Apa saja jenis-jenis cabe baik yang dapat dikonsumsi atau hanya dijadikan sebagai cabe hias baik di dalam atau di luar negeri? Berikut ulasannya.

1. Cabe Merah Besar

Jenis Cabe Merah Besar
Sumber Gambar: ecs7.tokopedia.net

Jenis cabe yang pertama adalah cabe merah besar. Ciri-ciri cabe jenis ini adalah memiliki panjang sekitar 10 sampai 15 cm dengan diameter antara 2 sampai 3 cm. Memiliki kulit yang tebal, warna merah terang saat sudah matang, serta mempunyai rasa yang tidak terlalu pedas.

Bentuk cabe ini panjang, besar, dan membujur lancip. Permukaan kulitnya mulus mengkilat seperti diselimuti lilin.

2. Cabe Merah Keriting

Cabe Merah Keriting
Sumber Gambar: 2.bp.blogspot.com

Cabe merah keriting berbentuk lonjong dan juga panjang dan diameter kecil, ujungnya lancip cenderung meruncing. Kulit cabe jenis ini tidak rata melainkan keriting atau bergelombang dan tipis, dan diameter cabe merah keriting tidak lebih besar dari cabe merah besar.

3. Cabe Hijau

Cabe Hijau
Sumber Gambar: ecs7.tokopedia.net

Jenis cabe yang ketiga adalah cabe hijau. Cabe hijau ini sebenarnya merupakan cabe merah besar atau cabe merah keriting namun dipanen saat masih hijau. Beberapa alasan cabe ini dipanen saat muda karena demi mendapatkan hasil panen lebih cepat dan di beberapa daerah memang sulit memanen saat berwarna merah.

Didaerah yang memiliki curah hujan tinggi biasanya akan sulit memanen jenis cabe ini dalam keadaan merah sempurna. Rasa cabe hijau ini tidak lebih pedas dari cabe merah dan harganya pun terbilang lebih murah dari cabe merah besar.

4. Cabe Hibrida

Cabe Hibrida
Sumber Gambar: gapoktansekarsari.files.wordpress.com

Cabe hibrida tergolong dalam jenis cabe besar. Namun sudah mengalami persilangan dan juga seleksi dengan teknik pemuliaan modern. Keunggulan dari cabe hibrida ini adalah dalam hal produktivitas dan tahan terhadap penyakit tertentu.

Meski memiliki keunggulan, namun cabe hibrida ini juga memiliki kelemahan, yaitu daya tahan yang kurang baik jika ditanam di lahan terbuka.

5. Cabe Rawit

Cabe Rawit
Sumber Gambar: kangtani.com

Meski Memiliki ukuran lebih kecil dari cabe merah, tetapi rasa pedas cabe ini melebihi rasa pedasnya cabe merah. Inilah cabe rawit. Maka tidak berlebihan jika cabe ini sangat cocok dijadikan sambal.

Cabe rawit ini juga sangat populer di negara-negara Asia Tenggara lainnya, seperti Malaysia dan Singapura. Kedua negara tersebut menyebut cabe ini dengan nama cili padi, sedangkan di Filipina menyebut siling labuyo, dan di Thailand disebut phrikkhi nu.

Walaupun cabe ini memiliki ukuran yang kecil, akan tetapi cabe rawit memiliki tingkat kepedasan 50.000-100.000 pada skala Scoville.

6. Cabe Gendol

Cabe Gendol
Sumber Gambar: faunadanflora.com

Cabe gendol tergolong dalam spesies Capsicum. Asal cabe ini adalah dari semenanjung Yutacan. Rasa pedas cabe ini tergolong sangat pedas, bahkan melebihi kepedasan dari cabe rawit. Tingkat kepedasannya mencapai 100.000-350.000 skala Scoville.

Dinamakan cabe gendol karena memiliki bentuk bengkak atau mengembung. Di Indonesia, persebaran penanaman cabe ini berada di Pulau Jawa, yaitu di perkebunan di sekitaran Bandung dan Dataran Tinggi Dieng Jawa Tengah.

Meksiko adalah negara yang dinobatkan sebagai negara penghasil cabe gendol terbesar di dunia. Di negara ini, cabe gendol tumbuh di Campeche, Quintana Roo, dan Yucatan. Meski begitu, terdapat perkebunan komersial, yaitu di Belize, Kosta Rika, California, dan Texas.

7. Cabe Jawa

Cabe Jawa
Sumber Gambar: greeners.co

Sebenarnya, cabe jawa bukanlah termasuk dalam keluarga Capsicum annuum, tetapi masuk kedalam keluarga sirih-sirihan atau Piperaceae. Meski demikian, cabe ini memiliki rasa yang pedas. Beberapa orang di Jawa menyebutnya dengan nama lombok jamu.

8. Cabe Setan

Jenis Cabe Setan
Sumber Gambar: doy9lykf9ter0.cloudfront.net

Mendengar namanya saja sudah menakutkan bukan? Namun hal tersebut bukanlah karangan belaka. Melainkan cabe jenis ini adalah cabe yang memiliki rasa terpedas di dunia.

Cabe setan berasal dari timur laut India, yaitu di daerah Assam, Manipur, dan Nagaland, dan juga Bangladesh.  Pada tahun 2006, Guiness World Record menobatkan cabe setan sebagai cabe terpedas di dunia, dengan tingkat kepedasan mencapai 1.001.304 pada skala Scoville.

Ciri-ciri cabe ini memiliki bentuk yang keriput, berukuran gemuk tetapi kecil. Penduduk Assam mempercayai jika mengkonsumsi cabe ini maka akan dapat membantu memerangi penyakit seperti rematik, kanker, osteoporosis, serta dapat menurunkan tekanan darah dan kolesterol.

9. Cabe Rocoto

Cabe Rocoto
Sumber Gambar: exotic-seeds.store

Cabe rocoto memiliki bentuk hampir bulat, dan cabe ini mudah ditemukan di Argentina Utara, Bolivia, Chile, dan Ecuador. Dagingya tebal seperti paprika, biji berwarna hitam, dan rasanya sangat pedas. Kebanyakan, cabe rocoto berwarna merah, tetapi ada juga yang berwarna oranye dan kuning.

10. Paprika atau Cabe Bell Pepper

Bell Pepper atau Cabe Paprika
Sumber Gambar: cdn.britannica.com

Bell pepper atau paprika pada umumnya terdapat 4 warna, yaitu hijau, merah, kuning, dan oranye. Terdapat pula paprika langka yang memiliki warna putih dan ungu. Karena memiliki rasa yang tidak begitu pedas, paprika dikelompokan kedalam jenis ”sweet peppers”.

11. Cabe Pimento

Jenis Cabe Pimento
Sumber Gambar: thespruceeats.com

Jenis cabe selanjutnya adalah cabe pimento. Ciri-cirinya adalah memiliki bentuk yang besar, berbentuk hati, memiliki panjang antara 7-10 cm dan lebar 5-7 cm, dan berwarna merah.

Berbeda dengan jenis cabe lainnya, cabe pimento memiliki daging buah yang rasanya manis, berair, serta lebih beraroma jika dibandingkan dengan paprika merah.

12. Cabe Chilli Tepin

Cabe Chilli Tepin
Sumber Gambar: kebuncabe.com/

Cabe jenis ini sebenarnya cabe liar yang biasanya tumbuh di Amerika Tengah, baratdaya USA, dan Meksiko. Beberapa orang menyebutnya sebagai “ibu dari semua cabe” dikarenakan cabe ini dianggap sebagai spesies Capsicum annuum tertua.

Nama tepin diambil dari bahasa Nahuatl yang mempunyai arti “kutu”. Tahun 1997, orang Texas mengklaim cabe ini sebagai cabe resmi dari Texas, dan dua tahun setelahnya, cabe jenis ini menjadi cabe resmi di Texas. Meskipun cabe ini tergolong cabe liar, namun cabe chilli tepin dapat dibudidayakan.

13. Cabe Datil Pepper

Jenis Cabe Datil Pepper
Sumber Gambar: pbs.twimg.com

Cabe datil pepper banyak diproduksi di St. Augustine, Florida, Amerika Serikat. Meski cabe ini diproduksi di daerah tersebut, namun asal cabe ini berasal dari Cuba. Jika dilihat dengan seksama, bentuk cabe ini sangat mirip dengan cabe rawit merah, cabe rawit domba, atau cabe Tom Yum.

14. Cabe Peter Pepper

Cabe Peter Pepper
Sumber Gambar: ecs7.tokopedia.net

Cabe peter pepper adalah cabe yang memiliki tingkat kepedasan 10.000-23.000 skala Scoville. Diantara jenis cabe lainnya, cabe jenis ini tergolong kedalam cabe yang langka dan sangat terkenal karena memiliki bentuk seperti alat kelamin laki-laki.

15. Cabe Numex Twilight

Jenis Jenis Cabe
Sumber Gambar: inspiradata.com

Numex twilight merupakan salah satu varietas cabe yang tidak biasa. Cabe ini dikembangkan oleh New Mexico State University. Tinggi cabe jenis ini bisa mencapai 18 inci.

Pada awal pertumbuhan, cabe ini berwarna ungu, lalu berubah menjadi warna kuning dan oranye, dan selanjutnya berwarna merah. Karena memiliki warna yang cerah dan indah, banyak masyarakat yang menanam cabe jenis ini untuk dijadikan tanaman hias.

Bukan hanya jenis sawi, cabe juga memiliki begitu banyak jenisnya yang tersebar di berbagai belahan dunia. Dengan pembahasan mengenai jenis cabe, semoga dapat menambah pengetahuan kalian akan sayur yang tergolong dalam terong-terongan ini.

Tinggalkan komentar